Zaman milenial kini profesi sebagai freelance atau pekerja lepas sudah menjadi pilihan. Bagi anak milenial, pekerja lepas lebih ‘mengasyikan’ dibandingkan bekerja pada satu perusahaan.

Jam kerja fleksibel, beban kerja yang bisa di-adjust sesuai kemampuan, hingga bekerja tak terbatas menjadi alasan para freelance. Meski kelihatannya bebas dan menyenangkan, ada beberapa masalah yang kerap menghantui mereka, salah satunya adalah keuangan.

7 Sukses Atur Keuangan Pekerja Freelance

Pekerja freelance ini tidak memiliki penghasilan yang tetap, tunjangan, maupun pensiunan layaknya pegawai. Ia juga tidak bisa menikmati berbagai fasilitas yang biasanya diterima oleh pegawai pada umumnya seperti kendaraan dinas, pakaian seragam, uang makan, transport, dan lainnya. Dengan kondisi tersebut maka pekerja freelance ini harus pandai mengelola penghasilan yang diterima secara cermat jika tidak ingin masa depan suram.

Menurut Elvyn G Masyassya, pengamat dan penasehat investasi dan keuangan yang dikutip dari buku Rahasia Jadi Entrepeneur Muda, karangan Faif Yusuf, sebelum memutuskan menjadi freelance, sebaiknya menargetkan proyek yang akan diperoleh dalam setahun. Artinya, setiap pendapatan akan terus dialokasikan setiap bulannya secara teratur.

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menata keuangan, yaitu meningkatkan pendapatan atau mengurangi pengeluaran. Jika sudah bisa meningkatkan pendapatan, pengeluaran tidak perlu diutak-atik. Oleh karena itu, membuat neraca keuangan pribadi berisi catatan aset dan kewajiban yang harus diselesaikan sangat diperlukan.

Intinya, jika ingin sukses mengelola keuangan, maka harus disiplin. Besar kemungkinan pendapatan seorang freelance akan lebih besar dibandingkan dengan mereka yang bekerja di sebuah perusahaan yang pendapatan yang pasti.

Oleh karena itu, sebagai seorang pekerja lepas, mengatur keuangan adalah salah satu hal mutlak. Jika tidak bisa mengatur maka tidak bisa menutupi pengeluaran rutin setiap bulan yang harus dibayarkan.

CTAforum wormtraders

Tips Kelola Keuangan Freelancers

Menjadi freelance memang kedengarannya menyenangkan dan mudah. Tetapi tanpa adanya manajemen yang baik, freelance akan kewalahan dan tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan waktu yang diminta.

Apapun profesinya merencanakan keuangan sangatlah penting, apalagi bagi para freelance. Bagi freelance pendapatan yang diterima cenderung tidak tetap, sedangkan pengeluaran rutin merangkak naik.

Jika pekerjaan sedang padat, mungkin penghasilan akan lebih banyak dibandingkan pekerja tetap lainnya, namun ada kalanya job sepi sehingga penghasilan juga akan berkurang. Jika tidak mengatur keuangan dengan benar maka tidak heran bila terdapat kebutuhan yang penting dan mendadak akhirnya mau tidak mau harus berutang.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk seorang freelance jika ingin memiliki keuangan yang sehat dan aman.

  1. Dana darurat. Dana darurat ini harus disisihkan setiap memperoleh penghasilan. Karena penghasilan yang tidak tetap inilah maka, dana darurat sewaktu-waktu akan dipelukan. Dana darutat ini bisa dijadikan untuk investasi.
  2. Hitung pengeluaran bulanan. Ini hal yang wajib. Nah pengeluaran inilah yang menjadi acuan berapa rupiah minimal yang harus diperoleh setiap bulannya.
  3. Kelola rekening bulanan. Minimal harus memiliki dua rekening, pertama rekening untuk pengeluaran bulanan dan rekening kedua untuk dana darurat.
  4. Punya perlindungan kesehatan. Sebagai freelance yang tidak memiliki asuransi yang dijamin dari sebuah perusahaan, maka wajib memiliki asuransi kesehatan baik bagi pribadi maupun bagi keluarga. Minimal jaminan kesehatan dari BPJS untuk rawat inap dan rawat jalan.
  5. Punya perlindungan penghasilan. Selain asuransi kesehatan, yang tidak kalah penting adalah perlindungan penghasilan. Risiko hilangnya penghasilan karena kematian atau cacat. Jadi perlu memiliki asuransi jiwa yang nilai pertanggungannya bisa menggantikan kebutuhan bulanan hingga buah hati terkecil cukup dewasa.
  6. Evaluasi sebelum berutang. Berutang untuk memiliki aset seperti rumah atau mobil sah saja, namun yang perlu diperhatikan adalah utang yang bagaimana yang diperbolehkan? Selain utang tersebut adalah utang produktif yang terpenting  adalah jangan terlalu gampang untuk berutang dan membuat kesalahan finansial yang fatal.
  7. Memiliki investasi. Sebagai pekerja freelance tidak memiliki dana pensiun, karenanya penting sekali untuk untuk menyisihkan investasi dana pensiun atau dana pendidikan anak.

Tidak perlu khawatir untuk menjadi freelance, asal bisa mengatur keuangan dan memiliki target penghasilan setiap tahun. Kemudian bisa mengatur keuangan, maka sebagai freelance pun akan memiliki kondisi keuangan yang aman dan nyaman.