Memasuki momen ke-3 dari 9 momen terbaik trading memanfaatkan tren dominan, kali ini saya akan memberikan momen lebih simpel dari dua momen sebelumnya. Mengapa?

Sebab pada momen ke-3 ini kita hanya akan memperhatikan dua indikator saja, yaitu Exponential Moving Average/EMA 80 dan Exponential Moving Average/ EMA 200. Indikator ini sudah cukup baik memberi trigger untuk open position.

Sebelum menunjukkan penggunaan indicator EMA pada trading momen by trend hari ini, saya akan terlebih dahulu menjelaskan tentang indicator Exponential Moving Average (EMA).

Dari pengalaman saya, salah satu cara menjadi traders sukses adalah mempunyai kemampuan dan keahlian untuk menggunakan indicator dengan tepat sesuai keadaan pergerakan harga. Salah satu indicator yang sering digunakan Trader Institutional (Hedge Fund, Portofolio Manager) dalam Analisis Teknikal adalah Moving Average.

Dibanding indikator yang lain, sebetulnya Moving Average merupakan indicator paling sederhana. Namun begitu, indicator Moving Average justru bisa menjadi indikator ‘‘dahsyat’’ bila tepat digunakan.  Sayangnya, saya masih menemukan masih banyak kesalahan pada pemakaian indicator ini, yang umumya dialami oleh trader pemula.

Indicator Moving Average merupakan indicator yang menunjukkan rerata harga pada penutupan pada suatu periode dibagi dengan jumlah satuan waktu periode tersebut.

Terdapat tiga cara untuk memaksimalkan penggunaan Moving Average ini, yaitu :

  1. Trend filter atau penyaring arah trend, di sini Moving Average akan dapat membantu dalam menyaring arah trend.
  2. Moving Average juga dapat dipakai sebagai trigger atau pemicu yang membantu untuk membuka posisi.
  3. Moving Average dapat menjadi identifikasi crossover (perpotongan) untuk konfirmasi terjadinya koreksi atau pembalikan arah (trend reversal)

Catatan dari saya, genus dari Moving Average ini adalah indikator repaint atau lagging indicator, artinya ada ‘‘secuil’’ kelemahan untuk memprediksi harga secara akurat. Penting diperhatikan bagi traders, masalah lag memang tidak akan pernah benar-benar dapat dihilangkan sama sekali dari Moving Average. Indicator Moving Average ini selalu akan mengalami ‘‘ketinggalan pasar’’ sesuai sifat komposisinya.

Dilihat dari kecepatan respons terhadap pergerakan harga, suatu MA dibagi menjadi dua kategori yaitu, Exponential Moving Average (EMA) dan Simple/Smoothed Moving Average (SMA). Exponential Moving Average (EMA) sering menjadi andalan para day trader atau trader dengan metode scalping, sebab EMA lebih cepat dibanding SMA dalam memberikan indikasi perubahan trend harga.

Penggunaan EMA dapat memberikan bobot lebih kepada data terkini sehingga dapat memberikan sinyal yang lebih cepat, dibandingkan dengan Simple/Smoothed Moving Average (SMA). Selain itu, juga dapat menghasilkan penampilan grafik harga yang lebih berkualitas.

EMA 200 dan Interpretasi Slope

Secara visual pada EMA 200, sebetulnya kita sudah dapat mengidentifikasi kekuatan atau kelemahan jangka panjang suatu tren.

Selain itu, ada posisi relatif aman yang mendasarinya. Dalam hal ini memang membutuhkan banyak batang harga (price bar) untuk mengubah indikator lebih tinggi atau lebih rendah, kecuali bila ada peristiwa yang mengejutkan yang dapat terlihat dengan adanya jeda lebar.

Sebaiknya kita perhatikan, hubungan antara kemiringan (slope) dan harga (price) yang menciptakan semua jenis data interpretif berguna bagi trader, yaitu :

  • Rising Slope/Harga di Atas EMA 200 – uptrend yang kuat dan stabil
  • Rising Slope /Harga di Bawah EMA 200 – uptrend diuji dengan kemungkinan downtrend baru sedang berlangsung
  • Turunnya Slope /Harga di Bawah EMA 200 – downtrend yang kuat dan stabil
  • Turunnya Slope /Harga di Atas EMA 200 – downtrend semakin teruji dengan kemungkinan uptrend baru sedang berlangsung

Bila kita melihat EMA 200 yang terus-menerus horizontal, maka akan  menunjukkan pasar kisaran terikat di mana harga melintasi indikator berulang kali tanpa menghasilkan tren. Di sini saya ingatkan  trader harus menghindari tren mengikuti-strategi.

Namun begitu, jangan sampai hal ini justru membuat bingung dengan moving average yang mengikuti kurva alami dari lereng (slope) yang lebih tinggi ke yang lebih rendah atau sebaliknya.

Kita juga dapat melihat persentase jarak antara harga dan EMA 200 dalam tren aktif yang menunjukkan kekuatan relatif atau kelemahan tergantung pada arah. Penetapan ini menurut saya sangat berguna ketika membandingkan beberapa instrument, untuk mencari yang paling kuat dan lambat.

Identifikasi Pasar Bull and Bear

Ketika bulls berada di atas EMA 200 sementara bearish di bawahnya, umumnya akan menyediakan metode yang berguna untuk mengidentifikasi pasar bull dan bear dalam indeks utama dan sekuritas yang sangat likuid.Join Our ForumPenunjukkan ini membutuhkan dua langkah. Pertama, harga, posisi harga dan kemiringan (slope) perlu diselaraskan dengan sempurna; dengan harga di atas rata-rata bergerak naik atau flat untuk pasar bullish dan di bawah rata-rata bergerak yang jatuh atau datar untuk pasar bearish. Kedua, EMA 80 perlu mengonfirmasi sinyal dengan melintasi EMA 200, yang akan membentuk cross gold klasik atau death cross.

Baca juga: 9 Momen Terbaik Trading Pada Tren Dominan (2)

Penggunaan Exponential Moving Average (EMA)

Setelah membahas indicator EMA, saya akan praktikkan penggunaannya. Kesempatan kali ini kita akan melakukan trading dengan durasi waktu cukup singkat yaitu 1 sampai 10 menit, karena itu kita membutuhkan sinyal yang lebih cepat. Oleh sebab itu saya menggunakan kombinasi antara EMA 80 dan EMA 200.

Ada pun ketentuan yang masih sama dengan momen sebelumnya adalah:

  1. Pilih instrument dengan grafik small body candle dan rapat, artinya rentang harga pada kondisi ini sangat stabil dan terus mengikuti tren.
  2. Pastikan tidak ada dominasi candle yang berekor panjang, artinya tidak terdapat transaksi perlawanan yang over.
  3. Pilih instrument dengan volatilitas rendah. Hal ini untuk menghindari pergerakan harga yang terlalu jauh walaupun pada dasarnya bebas saja memilih instrumen apapun. Namun, pastikan syarat nomor satu sudah terpenuhi.
  4. Gunakan indikator Exponential Moving Average/EMA dengan input length 80 dan input length 200 untuk mengetahui tren dominan yang terjadi. Garis indikator ini sekaligus berfungsi sebagai batasan support dan resistance. Prinsip indikator ini juga mengindikasikan perubahan tren dominan bila kedua garis indikator tersebut berpotongan. Jika garis EMA 200 berada di bawah garis EMA 80, maka terjadi tren naik dominan. Sebaliknya, jika garis EMA 200 berada di atas EMA 80, maka terjadi tren turun dominan.
  5. Pada setiap melakukan open position, pastikan usia candle tidak lebih dari 20 persen.
  6. Durasi trading dua kali dari periode time frame.

Dalam memanfaatkan sinyal pasar pada momen ke-3 ini, bisa kita terapkan pada tren bullish atau pun bearish. Dengan beberapa ketentuan yang merupakan parameter mutlak harus terpenuhi untuk menghindari fake signal (sinyal palsu) pada open position, yaitu:

  1. Candle harus berada di antara garis EMA 80 dan EMA 200.
  2. Harus didahului adanya reversal pattern hingga rebound candle menyentuh atau mendekati garis level harga support EMA 200.
  3. Harus ada satu candle hijau konfirmasi.

Setelah semua ketentuan terpenuhi, mari kita mulai praktik.

Perhatikan gambar di bawah, saya memanfaatkan tren naik (bullish) dominan, pada kelas aset volatility 25 Index, yang terjadi pada 4 Juni 2018, pukul 14:00 WIB dengan periode time frame 6 menit.

9 Momen Terbaik Trading Pada Tren Dominan Jurnal Trading UK

Grafik di atas telah memenuhi syarat untuk open position sesuai ketentuan pada  momen ke-3, maka saya pun segera melakukan open position buy higher di harga 3.172,596 dengan durasi trading 6 menit.

Pada saat kontrak waktu berakhir, posisi ada pada harga 3.173,966. Ini berarti saya mendapat profit, karena spot akhir lebih tinggi dari spot masuk. Perhatikan lingkaran pada gambar di bawah yang menunjukkan besarnya profit yang diperoleh yaitu US$ 94,24.

9 Momen Terbaik Trading Pada Tren Dominan Jurnal Trading UK

Demikian pembahasan untuk momen ke-3 dari 9 momen terbaik pada tren dominan. Ikuti terus Jurnal Trading di wormtraders.com untuk pembahasan strategi pada momen berikutnya yang tak kalah menariknya.

Tentunya jangan lupa untuk mempraktikkan semua strategi dengan menggunakan akun virtual terlebih dahulu. Setelah terbiasa dan kian mahir maka akan membuat trader dapat lebih percaya diri menggunakan akun riil.

Bagi Anda yang ingin belajar trading binary options dengan bimbingan saya secara langsung dapat mengikuti Binary Options Trading Camp atau Binary Option Private Class yang secara rutin diadakan oleh Wormtraders.

Caranya, klik banner Traders Camp yang ada di landing page untuk registrasi, atau hubungi surel, nomor telepon yang ada pada brosur tersebut.

Ikuti juga forum Wormtraders untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman trading bersama para trader lainnya, dengan cara klik banner JOIN NOW pada artikel ini, ikuti langkahnya hingga tuntas

UK Jurnal Trading Wormtraders