Setiap pengusaha diwajibkan menyerahkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Namun, Kepala BKPM, Thomas Trikasih Lembong dianggap memberikan kelonggaran pada sektor e-commerce.

Beberapa waktu lalu, ia mengaku turut memaklumi perlambatan penyerahan LKPM oleh pengusaha e-commerce karena perusahaannya cenderung masih baru. Sudah begitu, pendirinya cenderung masih muda yang berusia milenial. Mereka, kata Thomas Lembong, belum terbiasa dengan kewajiban administratif.

Founder Installment Online dari Lojai.com, Agus Tjandra mengatakan pada dasarnya pernyataan kepala BKPM memiliki konteks yang sangat luas. Namun, menurut Agus, tentu saja Thomas Lembong memiliki tujuan yang baik, apalagi ia adalah kepala lembaga tersebut.

“Yang lebih penting diperhatikan adalah hal-hal dalam menyikapi investasi. Apalagi setiap negara membutuhkan investasi dari manapun untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih baik,” jelas Agus kepada wormtraders.com.

Ia menyebutkan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah fundamental internal yang kuat. Menurutnya, dengan fundamental yang kuat dan stabil, investasi hanya akan menjadi komponen yang membantu tetapi tidak menjadi penggerus tujuan utama.

Lebih rinci, katanya kemudian, kita harus mengingat bagaimana investasi yang masuk ke negara ini bisa memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia. Sedangkan hal kedua yang tidak kalah penting adalah sistem hukum.

“Dengan hukum yang baik, diharapkan investasi terutama dana-dana asing tidak melukai rakyat, yang berarti bukan hanya memberikan keuntungan kepada investor. Namun juga bisa memberi nilai tambah kepada negara ini,” ungkap Agus.

Yang ketiga adalah pola ekosistem. Dengan pola ekosistem yang matang, investasi yang masuk bisa dijaga dan mudah diawasi oleh pemerintah. Agar mendapatkan ekosistem yang baik, bisa dimulai dengan pemetaan area.

Baca juga: Bijak Menyikapi Kemudahan Berusaha Bagi e-commerce

“Cetak biru yang jelas dan rencana jangka panjang yang baik sangat berpengaruh pada keberhasilan-keberhasilan investasi di beberapa negara,” tutup Agus.

Pemerintah melalui BKPM berencana mengupayakan peningkatan investasi sektor e-commerce pada 2018. Sepanjang 2017, sektor ini meningkat hingga 80 persen dibanding tahun sebelumnya.

Investasi sektor ini pada 2017 berhasil menembus angka lima miliar dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini sudah separuh dari investasi di sektor minyak dan gas (migas) pada tahun yang sama.

Berdasarkan data yang dihimpun BKPM, investasi di sektor ini sangat memuaskan. Investasi asal Cina untuk sektor e-commerce di Indonesia cukup fantastis.

Ia mencontohkan Alibaba Grup Holding Limited yang mengucurkan lebih dari tiga milliar dolar AS atau setara Rp 40 triliun kepada Lazada dan Tokopedia serta Tencent yang diberitakan menyuntik 1,2 milliar dolar AS atau sekitar Rp 16 triliun kepada Go-jek.

Sejauh ini dominasi investor e-commerce adalah negara Cina. Pada masa mendatang, BKPM akan mencari investasi dari negara-negara lain seperti AS, Jepang, dan juga di Benua Eropa.

BKPM menargetkan realisasi investasi tahun 2018 sebesar Rp 765 triliun. Nilai ini naik 12,7 persen dari target tahun ini yang dipatok sebesar Rp 678,8 triliun.