Kontrak pembelian 184 unit pesawat jet tipe Airbus A320 narrow-body oleh pemerintah China akan segera difinalisasi. Presiden Prancis, Emanuel Macron dalam kunjungannnya ke China , Rabu (10/1) mengungkapkan, selain pada jenis pesawat Airbus A320, Prancis juga berniat menawarkan penjualan pesawat milik pabrikan pesawat Airbus berjenis A350 dan A380 dalam beberapa waktu ke depan.

Dikutip dari laman Reuters, nilai kontrak pembelian pesawat A320 diperkirakan bisa mencapai lebih dari US$ 18 miliar menurut daftar harga yang dirilis perusahaan.”Kontrak pemesanan 184 pesawat jet Airbus A320 akan segera difinalisasi,” ujar Macron dalam lawatan kenegaraannya ke China. Hal itu kabarnya juga telah dikonfirmasi oleh Presiden China, Xi Jinping.

Airbus A320 rencananya akan mulai dikirimkan pada 2019 dan 2020, ujar seorang pejabat kepresidenan Prancis yang tak mau disebutkan namanya seperti yang dikutip dari laman Reuters.

China Segera Finalisasi Kontrak Pembelian 184 Pesawat Airbus

Pada kesempatan lain, Airbus SE (AIR) pada Rabu lalu juga telah menunjuk eksekutif baru untuk divisi Airbus China. Perusahaan yang berbasis di Toulouse, Prancis ini menunjuk George Xu sebagai Chief Executive Officer (CEO) untuk Airbus China, menggantikan Eric Chen, mantan presiden Airbus Commercial Aircraft China, yang kini menempati posisi sebagai ketua bisnis nasional.

Adapun langkah penunjukan CEO Airbus China diharapkan dapat memuluskan rencana pembelian pesawat oleh pemerintah China segera.

Mengutip laporan keuangan Airbus sepanjang sembilan bulan pertama 2017, perusahaan mencatat pendapatan sebesar 43,0 miliar Euro, naik tipis dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 42,7 Euro.

Pendapatan Commercial Aircraft perseroan naik 4% dengan pengiriman 454 unit pesawat terbang, yang sedikit lebih rendah dibanding sembilan bulan perta,a 2016 sebanyak 462 pesawat. Adapun 454 pesawat tersebut terdiri dari 350 unit pesawat tipe A320, 50 A350 XWB, 45 A330 dan sembilan A380. Sementara itu, pendapatan helikopter tercatat meningkat dengan angka pengiriman 266 unit, lebih banyak dibanding 2016 sebanyak 258 unit.

Adapun di akhir kinerja, perseroan mampu mencatat laba bersih sebesar 1,85 juta Euro, sedikit lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,81 juta setelah penyesuaian EBIT dengan laba bersih per saham sebesar 2,39 Euro yang juga naik dari periode sebelumnya 2,34 Euro.