Airbus-Boeing Nikmati Lonjakan Penumpang Asia-Pasifik

Meningkatnya pertumbuhan operator penerbangan Cina akan membuat dana pembelian pesawat meningkat. Menurut perkiraan, dibutuhkan 16.050 pesawat baru senilai US$ 2,5 trilun pada 2036.

Berdasarkan perkiraan Asosiasi Transportasi Udara Internasional atau IATA, penumpang pesawat di kawasan Asia-Pasifik akan mencapai 3,5 miliar pada 2036, lebih dari dua kali perkiraan untuk gabungan Amerika Utara dan Eropa. Dengan peningkatan ini, Boeing memperkirakan kebutuhan pesawat sebesar 16.050 unit dengan total nilai sebesar US$ 2,5 triliun.

Tiga negara menjadi pendorong utama pertumbuhan penerbangan di Asia, yaitu Cina, India dan Indonesia. Cina akan menjadi negara pengguna terbesar pesawat sedunia pada awal 2022, dua tahun lebih cepat dari perkiraan. Menurut IATA, Cina akan menambah 921 juta penumpang pada 2036, disusul India dan Indonesia yang masing-masing 337 juta dan 235 juta penumpang.

Baca juga: Keuntungan Manis Bombardier, Pil Pahit Bagi Boeing

Menurut Corrine Png, Chief Executive Officer of Crucial Perspective, peneliti ekuitas yang berbasis di Singapura yang berfokus pada transportasi Asia, pendorong utama peningkatan pesawat dan jumlah penumpang di Asia-Pasifik adalah pertumbuhan ekonomi yang cepat serta peningkatan kelas menengah.

Hal senada juga diungkapkan Rahul Kapoor, analis Bloomberg Intelligence di Singapura. Menurutnya, pasar besar memang ada. Namun, maskapai mencari keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas.

“Penetrasi adalah nama permainannya sekarang. Itulah yang akan mereka lakukan selama lima sampai tujuh tahun ke depan,” katanya, seperti dikutip Bloomberg.

Airbus-Boeing Nikmati Lonjakan Penumpang Asia-Pasifik

Di sisi lain, ada tantangan tersendiri di Asia yaitu pembangunan bandara. Menurut Shukor Yusof, pendiri perusahaan konsultan penerbangan Endau Analytics di Malaysia, dana alokasi pengembangan bandara masih sangat lambat dibandingkan laju pertumbuhan penerbangan. Berdasarkan perkiraan Center for Aviation yang berbasis di Sydney, lebih dari US$ 1 triliun bakal digunakan untuk ekspansi bandara di Asia.

Di antaranya, di Beijing, pada 2019 akan dibuka bandara senilai senilai US$ 12,9 miliar. Bandara Suvarnabhumi Bangkok yang direnovasi senilai 117 miliar baht (sekitar US$ 3,7 miliar) hingga 2021, Bandara Internasional Incheon Korea Selatan yang akan membangun mega hub terbesar di dunia dengan dana 5 triliun won (setara US$ 4,6 miliar).

Permintaan di kawasan Asia-Pasifik akan mencapai 39 persen dari total proyeksi untuk 41.030 pesawat pada tahun 2036. Dan yang akan menikmati peningkatan permintaan Asia-Pasifik adalah Airbus SE dan Boeing Co.