Alibaba Sumbang Pundi-Pundi Olimpiade

Alibaba Group Holding Ltd. (BABA.N) meluncurkan Sports Brain untuk olimpiade musim dingin. Selain itu, perusahaan juga mempersiapkan proyek perkampungan atlet dan stadion cerdas yang terkoneksi satu sama lain.

Salah satu eksekutif Alibaba Group Holding mengatakan perusahaannya akan membuat proyek perkampungan atlet dan gelanggang olahraga yang saling terhubung. Proyek nantinya dapat menghasilkan banyak keuntungan bagi pemangku kepentingan, baik untuk tuan rumah, atlet dan sponsor acara.

Jack Ma, pendiri Alibaba mengatakan rencana ini diharapkan dapat direalisasikan pada Olimpiade musim dingin yang akan diselenggarakan di Beijing pada 2022.

Alibaba akan memperbarui teknologi yang membuat permainan tetap berjalan. Pada Sabtu ini mereka meluncurkan “Sports Brain,” yaitu rangkaian perangkat lunak yang dirancang untuk memperbaiki pengelolaan suatu acar olahraga.

Ide ini menurutnya lahir dari upacara pembukaan Olimpiade musim dingin pada Jumat silam. Saat itu, perwakilan atlet Korea Utara dan Korea Selatan berjalan berdampingan, mengambarkan perdamaian dan kemakmuran.

Alibaba Sumbang Pundi-Pundi Olimpiade

Untuk menelurkan ide-idenya, Alibaba menurunkan sekitar 200 sampai 300 karyawan di lapangan di Pyeongchang untuk mempelajari bagaimana suatu pertandingan berlangsung dan membantu tuan rumah untuk menghasilkan banyak keuntungan.

Sementara itu, Thomas Bach, presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengatakan sempitnya waktu membuat penerapan teknologi dari ide Alibaba tertunda, sehingga banyak yang masih berupa konsep. Alibaba baru menandatangani kontrak kerja sama pada tahun lalu senilai ratusan juta dolar sebagai sponsor komputasi awan dan e-commerce dengan IOC.

Alibaba mengunakan Olimpiade sebagai kampanye branding internasional demi memperkenalkan diri kepada pasar Amerika Serikat dan Inggris. Saat ini Alibaba dan platform belanja Tmall dan Taobao mendominasi ritel berbasis daring di Ciina. Namun, banyak orang di belahan lan dunia yang tidak mengenal Alibaba. Misalnya Amerika Serikat, yang selama ini menilai Amazon.com Inc. sebagai raja e-commerce.