Amazon yang Tak Luar Biasa

Hari itu mungkin adalah hari yang gelap pada bursa saham Wall Street. Kecuali jika Anda, kebetulan, adalah Jeff Bezos.

Saham Amazon (AMZN) naik hampir 3 persen pada hari penutupan Jumat (2/2), ketika pasar sedang lemah bak kehabisan darah. Hal itu lantas menjadikan Amazon menjadi salah satu dari sedikit pemenang pada hari terburuk bagi Dow Jones Industrial Average sejak Juni 2016.

Indeks saham Dow Jones ditutup melemah 666 poin, atau turun 2,5 persen, di tengah kekhawatiran akan inflasi dan pasar obligasi. Aksi jual tersebut memukul beberapa raksasa teknologi. Alfabet, perusahaan induk Google (GOOGL), turun 5% dan Apple (AAPL) turun 4%, mendorongnya ke dalam wilayah koreksi.

Tapi tidak bagi Amazon, yang justru terlihat tak terkalahkan. Amazon adalah salah satu dari hampir selusin perusahaan di Nasdaq 100 yang tidak berakhir dalam zona merah pada Jumat lalu. Amazon memiliki persentase kenaikan tertinggi ketiga grup tersebut, menurut FactSet.

Saham Amazon didukung oleh hasil pendapatan kuartalan cemerlang pada kinerja keuangan yang dirilis pada hari Kamis. Perusahaan tersebut melaporkan keuntungan hampir US$ 2 miliar, yang terbesar dalam sejarahnya dan pertama kalinya mencapai US$ 1 miliar dalam seperempatnya.

Amazon yang Tak Luar Biasa

Bisnis Amazon dibantu oleh momentum lanjutan di luar bisnis belanja daring tradisional yang dimilikinya, termasuk layanan komputasi awan, periklanan dan Alexa, asisten pribadi yang memperkuat lini peralatan rumah tangganya. “Proyeksi 2017 kami untuk Alexa sangat optimistis, dan kami jauh melampaui bisnis tradisional kami,” kata Bezos, CEO Amazon, dalam suatu pernyataan seperti dikutip dari CNN Money.

James Cakmak, analis Monness, Crespi, Hardt & Co., menggambarkan hasilnya sebagai “titik balik.”
Intinya, papar Cakmak, “adalah ini: Dua dekade investasi berat–yang kadang-kadang menyakitkan bagi investor, namun kemungkinan akan menghasilkan profitabilitas pada tingkat yang lebih curam daripada perkiraan,” tulis Cakmak dalam catatan investor pada hari Jumat.

Amazon telah agresif berekspansi ke industri makanan dengan akuisisi Whole Foods, membangun bisnis komputasi awan yang besar dan memperluas jejak fisiknya dengan toko buku dan toko barang otomatis baru.

Minggu lalu, Amazon mengumumkan rencananya bermitra dengan Berkshire Hathaway dan JPMorgan Chase di sebuah perusahaan baru yang bergerak dalam industri perawatan kesehatan.

“Yang penting diingat adalah setiap kategori baru yang sedang diupayakan Amazon (yaitu makanan, media, kesehatan) menghasilkan peluang pasar sebesar US$ 500 miliar- US$ 1 triliun,” kata Cakmak.