Era digital benar-benar memanjakan. Transaksi apa pun kini bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Bahkan, Apple Inc. dan Goldman Sachs Group Inc. dikabarkan akan makin meramaikan pasar kartu kredit seluler lewat Apple Pay, melengkapi Samsung Pay, Google Android Pay, Alipay Alibaba dan Tencent WeChat Pay di Cina yang lebih dulu bermain di layanan sama.

Jika ini benar, seperti diumumkan pada laman The Wall Street Journal, pengguna setia iPhone bahkan bisa menggunakan Apple Pay di tempat-tempat yang belum menerima pembayaran digital. Artinya, Apple Pay dengan fasilitas kartu kredit benar-benar lebih sakti dari uang tunai atau pun mesin uang gesek plastik.

Hingga saat ini, baik Andrew Williams, juru bicara Goldman Sachs, maupun Christine Monaghan, juru bicara Apple, memang masih bungkam terkait rencana peluncuran kartu kredit seluler yang akan kian memanjakan pengguna iPhone ini.

Hanya saja, seperti diberitakan New York Times mengutip The Wall Street Journal, karya duet Goldman Sachs (GS.N) dan Apple Inc. (AAPL.O) ini akan diluncurkan awal tahun depan. Kartu kredit seluler Apple Pay ini sekaligus menggeser layanan rewards card yang selama ini bekerja sama dengan Barclays (BARC.L).

 

Apple Pay, Upaya Tingkatkan Layanan Konsumen

Apple - Goldman Sachs, Kian Ramaikan Pasar Kartu Kredit Seluler

Apple Pay telah diperkenalkan sejak 2014. Bisa dikatakan, Apple bahkan telah mengurusi pembiayaan apa pun dari pembayaran sandwich hingga laptop.

Hanya saja, Apple Pay yang berduet Barclays bergerak dengan mekanisme pemberian poin bagi pemakai iPhone untuk membeli hadiah yang disediakan Apple. Atau, dengan poin-poin tersebut pengguna Apple bisa membeli produk Apple terbaru.

Bisa dikatakan, Apple mempertajam fokus pada bisnis layanan yang mencakup App Store, pembayaran seluler, dan streaming musik. Dengan berbagai layanan itu, pendapatan unit tumbuh 31 persen menjadi lebih dari US$ 9 miliar dalam tiga bulan yang berakhir 31 Maret.

Kini, belum jelas benar manfaat terbaru dari Apple Pay, kerjasama Apple dan Goldman Sachs yang, kabarnya, mulai digalang sejak Februari.

Namun, seperti diberitakan pada Wall Street Journal, fitur kredit atau debit ke Apple, dapat dimafaatkan pengguna iPhone, Apple Watch, atau produk Apple lainnya untuk membayar barang di toko atau secara online. Apple mengambil potongan kecil dari setiap transaksi.

Sebaliknya bagi Goldman. Duet ini dimaksudkan sebagai upaya memperluas bisnis perbankan konsumer untuk mengimbangi kelemahan di unit perdagangan. Ini terkait erat dengan tujuan para eksekutif bank Wall Street yang menetapkan tujuan untuk menghasilkan US$ 5 miliar pendapatan dari sumber-sumber baru, termasuk perbankan konsumen.

 

Apple Pay, Duet untuk Kelas Atas

Bisa dikatakan kerja sama ini adalah duet antara satu perusahaan dengan basis pelanggan setia yang dihuni mayoritas kaum muda mapan atau kaum muda dengan mobilitas, bahkan intensitas traveling, tinggi. Sedang perusahaan lainnya adalah perusahaan yang kuat secara finansial.

Kartu kredit seluler ini bagi Goldman akan membantu memasukkan dirinya ke dalam pasar pengguna iPhone yang mewakili konsumen jauh lebih luas daripada yang sekarang dilayani perusahaan. Pada gilirannya, hal itu akan membuka peluang ke layanan lain yang ditawarkan.

“Kerjasama ini tampaknya sangat masuk akal. Ini hanya satu bagian dari teka-teki yang jauh lebih besar, yakni bisnis pembiayaan konsumen Goldman Sachs,” ujar Devin Ryan, analis JMP Securities, terkait isu kerja sama Apple dan Goldman Sachs untuk layanan kartu kredit seluler ini.

Sedangkan Matt Schulz, analis CreditCards.com, menyebut kehadiran layanan kartu kredit Apple Pay akan menambah ramai dan tingginya kompetisi layanan serupa. Terutama, layanan kartu kredit seluler pada pasar kelas atas.