AS Perkuat Dominasi Energi Sedunia

Penguatan produksi minyak mentah Amerika Serikat (AS) berpeluang mengecilkan defisit perdagangan perdagangan dengan Cina sekaligus meningkatkan dominasi pengekspor energi itu dalam skala global. Cina selama ini menjadi pelanggan minyak mentah AS.

Tahun ini AS diuntungkan produksi minyak yang meningkat. Produksi menguat lebih dari 10 juta barel per hari, pertama kalinya sejak tahun 1970. Peningkatan turut didorong penguatan teknologi pengeboran dan output gas yang melonjak.

Di sisi lain, pencabutan larangan ekspor minyak mentah selama 40 tahun telah berakhir, sehingga ekspor semakin memungkinkan. Perizinan ekspor LNG juga semakin mengukuhkan AS sebagai produsen energi utama.

 

John McCarrick, wakil asisten sekretaris di Biro Sumber Daya Energi Departemen Luar Negeri AS mengatakan saat ini dirinya sedang melakukan berbagai usaha untuk membuka hubungan dagang dengan Eropa dan Asia untuk membeli energi, baik minyak mentah dan LNG. Pihaknya berharap semakin banyak yang melakukan diversifikasi pembelian energi dari Rusia dan OPEC ke AS agar dapat mengurangi pengaruh distortif pelaku pasar.

“Yang kami coba lakukan adalah meningkatkan lapangan bermain di pasar,” ungkapnya.

AS Perkuat Dominasi Energi Sedunia

Selain mencari pasar ekspor baru, pihaknya juga berharap peningkatan ekspor dapat mengurangi defisit perdagangan AS dengan Cina. Pasalnya Cina kini menjadi pelanggan terbesar kedua LNG dan minyak mentah AS, setelah Kanada. Pada November tahun lalu perusahaan minyak Cina menandatangani kesepakatan untuk berinvestasi di fasilitas ekspor LNG senilai US$ 43 miliar di Alaska.

Ekspor sektor energi AS meningkat dan impor menurun, membuat ketergantungan dengan Timur Tengah dan tempat lain menurun. Sejak 2005, impor minyak bersih AS telah turun menjadi hanya 4 juta barel per hari, dari 12,5 juta barel per hari, dengan porsi yang berasal dari OPEC turun menjadi sepertiga dari lebih dari setengahnya.

Produksi minyak mentah yang meningkat ini juga menjadikan AS mendominasi energi, yang artinya dukungan geopolitik terhadap Trump semakin meningkat. Enam bulan menjabat presiden, Trump mampu menggeser Rusia menjadi eksportir eksklusif di Polandia sejak 1944. Polandia resmi mengimpor gas alam cair, LNG, minyak mentah dan batubara dari AS.

Ditambah lagi, lebih dari 30 negara, seperti Ukraina, Cina, Jepang, Korea Selatan dan Vietnam melakukan kerja sama impor dari AS. Ekspor batu bara AS ke Asia meningkat dalam beberapa bulan karena pelonjakan permintaan domestik.