Bank Indonesia (BI) mengimbau bank bergerak lebih cepat lagi menerapkan penerapan standar teknologi chip kartu ATM. Pasalnya, bank harus mengejar tenggat waktu penerapan sesuai dalam Peraturan BI Nomor 14/2/PBI/2012 tentang National Standard Indonesian Chip Card Specification(NSICCS).

Sempa Sitepu, Kepala Departemen Surveillance Sistem Keuangan BI, menjelaskan, sesuai aturan, penerapan teknologi chip pada kartu debit maksimal pada tahun 2021 mendatang. Menurut Sempa, industri perbankan saat ini berusaha mempercepat implementasi teknologi chip dalam kartu debit.

Bank Kejar Target Kartu Chip ATM

Pungky Purnomo Wibowo, Direktur Eksekutif Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) BI mengatakan, sedang berjalan program GPN yang berkaitan dengan penerapan teknologi chip. “Secara otomatis penerapan kartu chip akan lebih cepat,” kata Punky. Hingga kini kalangan perbankan masih terus mengejar tenggat waktu tersebut.

Misalnya Bank Tabungan Negara (BTN) yang menargetkan akhir tahun 2019 ini sebanyak 50% kartu debitnya sudah menggunakan teknologi chip. Budi Satria, Direktur Konsumer BTN  menjelaskan,  sampai Juli 2018 sebanyak 20% kartu debit BTN sudah menggunakan teknologi chip.

Kartu Chip Ditukar ke Nasabah

Sementara Adhi Brahmantya, Direktur Bank Bukopin mengatakan, kartu ber-chip yang telah ditukar ke nasabah sebanyak 30% dari kartu debit yang beredar. “Ini berupa kartu GPN,” kata Adhi.

Tak mau kalah Haryono Tjahjarijadi, Presiden Direktur Bank Mayapada, menyebutkan, sebanyak 30% kartu debit sudah menggunakan teknologi chip. Sementara Bank Mandiri mencatat pada awal Agustus 2018 ini jumlah kartu debit yang sudah ber-chip sebanyak 20%. Adapun, Handayani, Direktur Bank Rakyat Indonesia (BRI) bilang, saat ini jumlah kartu ber-chip yang telah diterbitkan baru 7% dari total 70 juta kartu. Lani Darmawan, Direktur Konsumer Bank CIMB Niaga menyatakan, sebanyak 60% kartu debit terimplementasi teknologi chip.

Jasmin, SEVP Consumer & Transaction Bank Mandiri menjelaskan, saat ini jumlah kartu debit yang beredar sebanyak 17,8 juta kartu “Artinya kartu yang telah memenuhi kewajiban BI adalah 15,2 juta kartu,” kata Jasmin

Namun, saat ini pasokan stok kartu chip cukup terbatas. Penyebabnya, banyak bank yang bersamaan juga memesan kartu chip. Padahal jumlah vendor yang bisa menyediakan cukup terbatas.

Keuntungan Kartu ATM Memakai Chip

Senior Executive Vice President Information Technology and Digital Banking BNI Dadang Setiabudi menjelaskan tujuan dari penggantian kartu debit/ATM dari magnetic stripe menjadi chip yang paling utama adalah sisi keamanan bertransaksi.

“Ini seiring dengan kecanggihan teknologi yang memungkinkan timbulnya fraud. Dari segi keamanan, kartu yang disertai chip lebih aman, karena kartu chip lebih sulit digandakan dibanding kartu yang menggunakan magnetic stripe,” ujarnya.

CTA Banner

Dia mengungkapkan, selain lebih aman, kartu debit berteknologi chip juga memiliki kapasitas penyimpanan data yang lebih besar serta dapat melakukan pemrosesan transaksi dengan cepat. Sehingga nasabah pun lebih nyaman.