Bursa Efek Indonesia (BEI) siang ini, Senin (15/1), dikejutkan dengan robohnya atap selasar Tower 2 Gedung Bursa Efek Indonesia. Kendati tengah mengalami kondisi force majeur, transaksi perdagangan sesi II tetap dilanjutkan.

 

 

“Berdasarkan review kondisi terakhir, perdagangan BEI sesi II Senin (15/1) akan berjalan normal seperti biasa tanpa ada perubahan jadwal perdagangan. Info lanjutan akan kami informasikan kemudian,” ujar Rheza A. Pamungkas, Humas BEI.

 

 

Informasi itu sekaligus merevisi pernyataan BEI sebelumnya, yang menyatakan bakal mengundurkan perdagangan sesi II selama 1 jam karena alasan force majeur.

Robohnya selasar gedung BEI dinilai sebagian analis mampu memberi sentimen negatif ke pasar. Analis PT OSO Sekuritas Riska Afriani  seperti yang dikutip dari laman portal online Liputan6.com mengatakan, perdagangan saham yang akhir berjalan normal tidak akan ganggu transaksi perdagangan saham. Akan tetapi, ada kejadian ambruknya balkon di tower II Bursa Efek Indonesia (BEI), akan memberikan sentimen negatif. “Ini akan tetap memberikan sentimen negatif seperti misalkan ada kejadian bom,” ujar Riska seperti yang dikutip dari Liputan6.com.
BEI Alami Force Majeur, Perdagangan Saham Tetap Dilanjutkan
 Pada sesi kedua perdagangan Senin (15/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tipis 1,81 poin atau 0,02 persen ke posisi 6.368,2 dan bergerak di dua zona.

Indeks saham LQ45 melemah 0,12 persen ke posisi 1.081,22. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Ada sebanyak 169 saham menguat sehingga menahan pelemahan IHSG. 140 saham melemah dan 130 saham diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 6.390,88 dan terendah 6.367,82.IHSG sempat berada di level tertinggi 6.390,88 dan terendah 6.367,82.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 173.351 kali dengan volume perdagangan 11,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,1 triliun. Investor asing melakukan aksi jual Rp 113 miliar di seluruh pasar.

Adapun sebelumnya, laju IHSG sempat menguat tipis 2,7 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.372,78 pada sesi pertama perdagangan Senin pekan.

Pada penutupan sesi pertama, IHSG naik 2,7 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.372,78. Indeks saham LQ45 melemah 0,12 persen ke posisi 1.081,22. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

 Ada sebanyak 176 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 131 saham melemah dan 129 saham diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 6.390,88 dan terendah 6.370,51.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 169.873 kali dengan volume perdagangan 11,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3 triliun. Investor asing melakukan aksi jual Rp 104,68 miliar.

Bursa Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,72 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,33 persen, indeks saham Jepang Nikkei mendaki 0,26 persen, indeks saham Singapura menguat 0,45 persen, indeks saham Taiwan menanjak 0,66 persen.