Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat mencapai 2,6 persen pada kuartal IV/2018. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan prediksi banyak analis. Dalam survei yang dilakukan Bloomberg, beberapa analis memprediksi pertumbuhan ekonomi AS mencapai 3 persen.

Dengan pertumbuhan 2,6 persen pada kuartal IV, pertumbuhan sepanjang 2018 mencapai 2,252 persen. Penghitungan berdasarkan pertumbuhan kuartal I yang hanya 1,2 persen, kuartal II sebesar 3,1 persen dan kuartal III pada level 3,2 persen.

Pertumbuhan kuartal IV didorong belanja konsumen sebesar 3,8 persen, angka tertinggi dalam setahun terakhir. Ini menandakan konsumsi atau daya beli masyarakat mulai mengalami peningkatan.

Selain itu, investasi peralatan bisnis juga mengalami pertumbuhan tercepat dalam tiga tahun terakhir lantaran kontruksi perumahan yang mulai meningkat. Kondisi ini merespons permintaan yang mulai meningkat dan gairah berindustri yang mulai naik.

Perumahan mampu menyumbang 0,42 persen merupakan kontribusi pertama dalam tiga kuartal, karena pembangunan perumahan meningkat pada kecepatan 11,6 persen. Investasi peralatan bisnis meningkat pada tingkat 11,4 persen.

PMTB juga terus mengalami peningkatan tiap kuartalnya bahkan kuartal IV menjadi tertinggi, menandakan investasi bergairah ke depannya.

Namun ada konsekuensi yang harus diterima dengan tingginya permintaan domestik, yaitu peningkatan ekspor pada kuartal IV. Sementara itu ekspor tidak secepat impor sehingga sumbangan hanya -1,13 persen terhadap Produk Domestik Bruto, angka terendah sejak 2008.

Perdagangan AS hingga kini belum mampu memanfaatkan perbaikan pertumbuhan global dan pelemahan nilai tukar untuk peningkatan kinerja ekspor. Padahal Menteri Keuangan AS cukup optimistis pelemahan akan mendorong penguatan ekspor.

Meski realisasi pertumbuhan kuartal IV lebih rendah dari kuartal sebelumnya, Tom Simons, ekonom senior Jefferies LLC menilai pertumbuhan jauh lebih kuat karena didukung sektor fundamental, seperti daya beli konsumen dan investasi serta bisnis. Meski begitu, perdagangan tetap menjadi pendorong penurunan tertinggi.

Keyakinan bisnis lebih tinggi sejak Donald Trump terpilih dan pemotongan pajak diperkirakan menjadi peran meningkatnya investasi perusahaan.

Perekonomian 2018 masih berpeluang lebih baik karena didukung berbagai sektor, ditambah lagi pemotongan pajak yang mendorong permintan lebih tinggi. Namun, permintaan yang tinggi pada kuartal IV tahun ini tidak akan terulang dalam waktu dekat karena kenaikan upah yang masih konservatif dan beban utang yang lebih tinggi.

Hal tak jauh berbeda juga diungkapkan Ryan Sweet, ekonom Moody’s Analytics Inc. di West Chester, Pennsylvania. Menurutnya pertumbuhan ekonomi cukup baik, yang ditopang kenaikan kuat belanja konsumen.

“Perekonomian terus bergerak, kami sedikit dimanjakan oleh 3 persen-plus pertumbuhan di beberapa kuartal terakhir, tapi deretan itu akhirnya akan berakhir,” terangnya.

Scott Brown, kepala ekonom Raymond James Financial, mengakui pertumbuhan memang cukup baik di beberapa sektor namun ada ketidakcocokan, mengingat penghasilan pribadi sekali pakai tidak terlalu banyak menyumbang. Ini menandakan masih adanya tekanan dalam anggaran rumah tangga.