Libur Lebaran 2018 tahun ini terasa lebih istimewa karena waktunya lebih panjang dari biasanya. Ditambah lagi, cuti bersama bertepatan masa libur anak sekolah. Bagaimana jika tak berencana mudik tapi bosan dengan suasana perkotaan?

Wisata adat boleh dicoba.

Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok etnis atau suku bangsa. Badan Pusat Statistik melaporkan jumlah suku bangsa yang ada di Indonesia secara keseluruhan mencapai lebih dari 1.300 kelompok.

Setiap suku bangsa memiliki budaya dan adat-istiadat masing-masing. Sebagian dari mereka ada yang tidak terpengaruh oleh cepatnya laju perkembangan tekonologi. Konsistensi mereka dalam mempertahankan budaya leluhur sangat menarik untuk dikunjungi. Karena itu, tak jarang saat ini kampung-kampung adat banyak menjadi destinasi wisata.

Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki beragam kampung adat. Wajar, mengingat Sunda merupakan suku bangsa dengan populasi terbesar kedua di Indonesia, setelah Jawa. Beberapa perkampungan adat boleh disinggahi orang dari luar desa. Berikut beberapa pilihan wisata kampung adat di lembur Sunda.

  1. Kampung Adat Ciptagelar

Terletak di Sukabumi, Kampung Adat Ciptagelar berlokasi tidak terlalu jauh dari Pelabuhan Ratu. Di sini, pengunjung akan disuguhi pemandangan persawahan dengan udara yang sejuk. Setiap tahun, di kampung adat ini terdapat lebih dari 30 upacara adat. Salah satu yang paling diminati pengunjung adalah upacara adat Seren Taun. Upacara ini biasanya digelar pada awal September sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen.

  1. Kampung Adat Cireundeu

Berada di Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Kampung Cireundeu bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit dari pintu keluar Tol Baros. Kegiatan sebagian besar warga di kampung ini adalah bercocok tanam singkong atau ketela. Karena itu, beras atau nasi bukanlah makanan pokok masyarakat kampung ini, melainkan rasi (beras singkong) hasil olahan sendiri.

Jika berkunjung ke Kampung Cireundeu pada malam Syura atau Tahun Baru Saka Sunda, pengunjung dapat menyaksikan Upacara Syura-an, sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas rahmat Yang Maha Kuasa. Malam Syura  biasanya jatuh pada Oktober.

  1. Kampung Naga

Kampung yang terletak di Desa Neglasari, Tasikmalaya, ini seolah menolak arus modernisasi. Hal itu terlihat dari kehidupan masyarakatnya yang menolak intervensi dari pihak luar jika nantinya mencampuri dan merusak kelestarian kehidupan kampung adat mereka.

Rumah-rumah di Kampung Naga tidak dibangun dengan cara suka-suka. Di sini, rumah harus menghadap ke utara atau selatan dengan memanjang ke arah timur atau barat, atap rumah dari daun nipah atau ijuk atau alang-alang, lantai rumah harus dari papan atau bambu, serta dinding rumah dari bilik anyaman bambu. Selain itu, semua rumah di kampung ini tidak boleh dicat.

  1. Kampung Pulo

Kampung Pulo terletak di Pulau Panjang di tengah Situ Cangkuang, Garut. Di tempat ini terdapat Candi Cangkuang, yang merupakan candi Hindu yang dibangun pada abad ke-8. Hanya terdapat 6 rumah dan 1 masjid di Kampung Pulo. Rumah-rumah tersebut merupakan rumah panggung dengan pembagian 3 rumah di sisi kanan dan 3 rumah di sisi kiri.

Masyarakat di kampung ini tidak boleh lebih dari enam kepala keluarga. Jika ada keturunan yang menikah, mereka harus tinggal di luar Kampung Pulo. Namun, mereka dapat kembali ke Kampung Pulo dan menempati rumah jika ada warga yang meninggal dunia.

  1. Kampung Adat Kuta

Kampung Adat Kuta terletak di Ciamis, tepatnya di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari. Konon penamaan kampung ini sesuai dengan kondisi geografisnya, yaitu berada di lembah yang curam.

Dalam bahasa Sunda peninggalan masa lampau atau buhun, “kuta” memiliki arti pagar tembok. Masyarakat kampung ini masih taat menjalankan upacara adat yang disebut Upacara Nyuguh. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebelum tanggal 25 Shafar berdasarkan kalender Hijriah.

Upacara merepresentasikan wujud rasa syukur masyarakat adat terhadap Tuhan dan Bumi yang telah menganugerahkan pangan. Kegiatan ini menjadi favorit wisatawan saat berkunjung ke Kampung Adat Kuta.