Berbicara tentang utang, hampir semua orang pasti pernah berutang, baik itu utang uang atau utang budi. Bagi yang memiliki utang, jangan  khawatir. Karena pasti Anda tidak sendiri, banyak orang yang berutang.  Namun ada yang berhasil keluar dari  jeratan utang, sebaliknya ada yang kian terpuruk dalam magnet utang.

Pertanyaannya adalah bagaimana bisa terbebas dari utang, apalagi utang kartu kredit? Solusi terbaik yang tidak pernah Anda dengar sebelumnya: Anda bisa selesaikan utang Anda hanya dengan Rp 100.000 per hari. Mungkin Anda tidak percaya kalau dengan jumlah Rp 100 ribu per hari dapat membuat Anda bebas jerat utang.

Fakta yang menggembirakan: bisa! Anda hanya perlu menerapkan Rp 100 ribu  untuk membayar utang Anda sebesar Rp 100 juta (dengan rata-rata bunga kartu kredit saat ini 2,95 persen), Anda dapat melunasinya dalam 3 tahun.

Bijak Pakai Kartu Kredit, Gunakan Hanya untuk Utang Produktif

Dengan Rp 100.000 per hari maka sebulan Anda  akan menabung Rp 3.000.000 per bulan dan per tahun Rp 36.000.000. Dengan bunga bank 2,95 % x Rp 100.000.000  maka harus membayar bunga sebesar Rp 35.400.000 atau jumlah yang harus dibayar dalam setahun menjadi Rp 135.400.000.

Namun, jumlah penghematan harian Anda bila sudah terkumpul dapat Anda jadikan tabungan tetap dan bila berjumlah besar bisa Anda investasikan. Hasil dari investasi itulah yang dapat membantu Anda melunasi utang kartu kredit Anda. 

Bijaksana dengan Kartu Kredit

Maraknya tawaran kartu kredit dan kemudahan dalam mengajukan aplikasi kartu kredit membuat masyarakat ingin memiliki kartu kredit. Katanya kalau sekarang tidak punya kartu kredit berarti ketinggalan jaman. Seseorang yang memiliki kartu kredit sebaiknya telah paham dengan hak dan kewajiban sebagai pemegang kartu kredit.

Menurut perencana keuangan, Pandji Harsanto, agar Anda tidak bermasalah dengan kartu kredit, berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebagai nasabah kartu kredit. Pastikan jika Anda menggunakan kartu kredit sudah mempunyai saldo yang cukup untuk melakukan pembelanjaan kartu kredit tersebut. Jangan sampai sebenarnya tidak punya uang namun Anda memaksa belanja menggunakan kartu kredit, karena sebenarnya Anda tidak layak untuk melakukan pembelanjaan tersebut.

Pastikan Anda membayar lunas dan sebelum jatuh tempo atas tagihan kartu kredit Anda, karena dengan begitu Anda tidak akan terkena bunga atas tagihan Anda.

Jika Anda tidak dapat membayar lunas beberapa tagihan kartu kredit Anda. Sebaiknya Anda stop pemakaian kartu kredit. Selanjutnya Anda cepat lunasi beban tersebut atau lakukan pembayaran bertahap  pada kartu kredit Anda yang bunganya tertinggi atau pada tagihan yang paling besar jika bunganya sama. Perlu diperhatikan pembayaran ini harus Anda bayar diatas minimum payment dan dengan jumlah yang sama tiap bulannya sampai dengan lunas.

Sementara, jika kartu kredit dipakai untuk berutang, maka ada beberapa prinsip yang Anda gunakan dalam berhutang:

Gunakan utang untuk  kebutuhan utang produktif bukan utang konsumtif. Utang produktif adalah utang yang digunakan untuk membeli asset yang akan meningkat nilainya seiring berjalannya waktu, atau asset tersebut akan menghasilkan pendapatan yang sama atau lebih besar dari cicilan utang. Contoh : kredit pemilikan rumah (KPR), kepemilikan logam mulia (KLM), kredit kendaraan bermotor (KKB)

Untuk rasio cicilan utang sebaiknya tidak boleh melebihi 35% dari penghasilan utama pencari nafkah (bukan penghasilan gabungan suami + istri). Contoh : Penghasilan suami Rp 8.000.000 Penghasilan istri Rp 5.000.000 total penghasilan Rp 13.000.000. Maka rasio yang ideal untuk utang adalah Rp 2.800.000 (35% x Rp 8.000.000). Bukan Rp 4.550.000  (35% x Rp 13.000.000). Karena jika suatu waktu istri tidak dapat bekerja lagi karena hamil ataupun PHK maka utang tidak membebani keuangan keluarga.

Gunakan kartu kredit untuk kemudahan transaksi bukan untuk kartu utang. Karena Anda akan membeli barang/jasa lebih mahal 1,5 kali lipatnya jika Anda mencicilnya selama setahun.CTA Banner

Jangan menukar utang kartu kredit atau utang tanpa jaminan dengan utang yang menggunakan jaminan. Utang dengan jaminan memiliki konsekuensi Anda akan kehilangan aset jika Anda tidak dapat membayar utang-utang Anda. Masih berpikir untuk berutang? Gunakan utang Anda untuk utang produktif.