Boeing Kuasai 51 Persen Saham Patungan dengan Embraer

Boeing melakukan kerja sama berupa usaha patungan atau joint venture dengan Embraer SA, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) asal Brazil. Nantinya, Boeing akan memegang saham mayoritas sebesar  51 persen. Perusahaan baru ini akan berfokus dalam sektor penerbangan komersial.

Rencana awal, Boeing berniat membeli saham Embraer, salah satu BUMN sektor pertahanan di Brazil. Namun, rencana segera ditolak pemerintah Brazil. Menteri Pertahanan Brazil, Raul Jungmann menegaskan pemerintahnya tidak ingin perusahaan asing mengendalikan unit bisnis pertahanan dengan alasan keamanan strategis.

“Boeing telah memahami alasan penolakan Brazil untuk menyerahkan pengendalian Embraer,” tuturnya.

Pemerintah mempertahankan saham yang disebut “emas” di Embraer, yang memberi hak veto bagi perusahaan untuk mengeluarkan keputusan strategis, termasuk dorongan Boeing untuk bekerja sama dengan pemerintah.

Boeing Kuasai 51 Persen Saham Patungan dengan Embraer

Meski menolak Boeing menguasai Embraer, pemerintah mengizinkan Boeing bekerja sama dengan Embraer melalui perusahaan patungan. Menurut Raul Jungmann, negosiasi untuk pembuatan perusahaan ketiga tersebut berjalan dengan baik.

Sementara itu, berdasarkan laporan kolumnis koran O Globo Lauro Jardim, seperti dikutip dari Reuters, menyatakan dalam perusahaan gabungan nantinya Boeing akan memiliki saham mayoritas sebesar 51 persen.

Besaran kepemilikan saham sesuai permintaan pemerintah Brazil agar Embraer tidak memiliki saham mayoritas di perusahaan gabungan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, baik Embraer maupun Boeing tidak mau memberi tanggapan mengenai apapun terkait hal tersebut.

Rencananya, perusahaan patungan ini nantinya akan berfokus pada penerbangan komersial. Kerja sama ini tidak termasuk dalam sektor pertahanan.

Sementara itu, berdasarkan surat kabar Valor Economico, Boeing mengusulkan agar kepemilikan mereka 80 persen hingga 90 persen dalam perusahaan patungan tersebut.

Baca juga: Airbus-Boeing Nikmati Lonjakan Penumpang Asia-Pasifik

Melalui kerja sama terbaru ini, Boeing akan menjadi pemimpin dalam pasar jet penumpang kecil dan menciptakan kompetisi yang lebih ketat bagi program pesawat CSeries. Pesawat CSeries dirancang oleh Bombardier Inc. asal Kanada, yang didukung oleh pesaing asal Eropa, Airbus.

Embraer adalah produsen pesawat terbesar nomor tiga sedunia. Pemasok tunggal pesawat Brazil itu memimpin pasar jet dengan 70 kursi dan 130 kursi.