Sangat penting bagi trader untuk memahami cara membedakan pasar yang sedang tren dengan yang sideways. Mengapa penting?

Karena dengan mengetahuinya, trader dapat menentukan pendekatan mana yang akan diambil untuk pasar tersebut.

“Cara yang praktis untuk menentukan apakah suatu pasar sedang tren atau tidak, adalah dengan hanya melihat aksi harga pasar tersebut, melalui tampilan grafik,” kata ahli trading Wahyu U.K. Notodiputro yang biasa disapa U.K. (baca: Yuuke).

 

Mencari Pola

Untuk mencari pola tren, biasanya kita melihat pola pengulangan, misalnya, High Higher (HH) dan Higher Low (HL) di pasar yang sedang naik.

Di pasar yang sedang menurun pola yang terbentuk biasanya Lower High (LH) dan Lower Low (LL).

Berikut ini adalah contoh dari pasar yang jelas cenderung lebih tinggi sebagaimana dibuktikan oleh pola berulang dari High Higher (HH) dan Higher Low (HL).

Bagaimana kita tahu kapan sebuah tren baru telah dimulai atau yang lama telah berakhir?

Dalam suatu diskusi forum, U.K. menjelaskan dengan menggunakan teknik analisis aksi harga kita akan mengetahuinya. Lihatlah dari pola yang tadi, yaitu High Higher (HH) dan Higher Low (HL) atau Low High (LH) dan Lower Low (LL). Misalnya, setelah Anda melihat pola High Higher (HH) dan Higher Low (HL) terganggu atau rusak dengan harga yang membuat Lower High (LH), ini merupakan peringatan dini bahwa tren naik mungkin akan berakhir.

Untuk benar-benar mempertimbangkan bahwa tren naik telah berakhir dan tren turun baru telah dimulai, kita perlu melihat setidaknya satu pola LH dan LL. Itu berarti, begitu harga membuat Lower High (LH) pertama, sehingga gagal membuat Higher High (HH), kita kemudian perlu melihatnya membuat Lower Low (LL) mengikuti Lower High (LH). Pada titik ini, kita bisa mulai mencari saat tepat masuk pasar menjadi penjual.

 

Moving Averages

Cara berikutnya yang dapat kita gunakan untuk membedakan pasar yang sedang tren dan pasar sideways adalah dengan menggunakan indikator moving averages.

Moving averages memberikan petunjuk visual yang lebih mudah bagi pemula, tetapi harus digunakan dalam kombinasi dengan strategi aksi harga sebagaimana dibahas di atas.

Pada dasarnya ada dua hal yang harus dicari ketika menggunakan moving averages untuk membedakan tren dan sideways market. Satu, saat arah garis berpotongan seperti pada gambar di bawah yang ditunjukkan oleh tanda panah merah. Kita bisa hanya menggunakan ‘crossover’ untuk menentukan arah dalam sistem pemindahan crossover moving averages tradisional.

Hal kedua yang harus dicari adalah jika garis moving averages divergen (menjauh) antara satu sama lain, seperti pada gambar yang ditunjukkan panah biru, karena ini menunjukkan pasar yang sangat kuat. Namun, Anda perlu menggabungkan  dengan teknik aksi harga dari satu titik, sebagai filter, karena moving averages saja kadang-kadang akan menipu Anda jika pasar terbatas. Mereka benar-benar hanya digunakan sebagai referensi cepat untuk mengetahui arah tren, melihat area nilai, mencari saat tepat untuk membeli dan menjual.

 

Level Paralel

Kita juga dapat menggunakan titik support dan resistensi utama untuk menentukan apakah pasar sedang tren atau tidak. Pendekatan dasarnya adalah hanya mencari harga yang jelas berosilasi di antara tingkat paralel. Jika memantul antara dua level paralel, maka Anda memiliki pasar yang terikat pada batasan atau sisi, bukan pasar yang sedang tren. Ada dua tipe dasar pasar sideways yaitu saat pasar terlihat berombak dan yang terbatas jangkauannya.

Nah, setelah kita tahu tiga cara untuk membedakan pasar tren dan sideways maka akan lebih mudah untuk menentukan momen tepat masuk pasar. Dan ketiga cara tersebut hanya sebagian dari banyak cara untuk mengetahui kondisi pasar. Jika anda ingin mempelajari lebih banyak dan lebih jelas, silakan bergabung di forum wormtraders.com. Caranya mudah dan gratis, klik saja banner JOIN NOW pada artikel ini, ikuti langkahnya hingga tuntas.