CEO Siemens: Kebijakan Pajak Trump Ciptakan Lapangan Kerja

Chief Executive Officer (CEO) Siemens AG, Joe Kaeser, memuji kebijakan pajak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kaeser beranggapan kebijakan bakal meningkatkan lapangan pekerjaan. Nantinya, kebijakan berpeluang mendorong pertumbuhan ekonomi karena perusahaan akan tumbuh melalui stimulus fiskal itu, kata sang CEO.

Kaeser menyatakan stimulus fiskal yang diputuskan Trump bakal berdampak positif bagi penciptaan lapangan kerja. Lewat pengurangan pajak, perusahaan memiliki tambahan dana untuk melakukan inovasi atau pengembangan perusahaan.

Seperti diketahui, pada akhir tahun lalu AS mengubah Undang-Undang (UU) Perpajakan, dengan menurunkan pajak perusahaan dari 35 persen ke 21 persen. Pajak perorangan turun menjadi 37 persen dari 39,6 persen; bentuk stimulus fiskal yang diharapkan dapat mendorong belanja konsumen dan pertumbuhan ekonomi AS.

CEO Siemens: Kebijakan Pajak Trump Ciptakan Lapangan Kerja

Dana Moneter Internasional (IMF) menilai kebijakan tersebut sebagai salah satu pendorong ekonomi AS, yang akan mendorong revisi proyeksi pertumbuhan sedunia pada 2018 dan 2019. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2018 dan 2019 sebesar 3,9 persen dengan pendorong utama negara-negara maju seperti AS.

Meski kebijakan pajak akan memberikan stimulus ke perusahaan dan masyarakat, namun banyak mendapat kritikan dari berbagai kalangan karena akan menambah defisit anggaran sebesar US$ 1,5 triliun dan meningkatkan kesenjangan antara yang kaya dan miskin.

Kaeser menganggap kebijakan ini akan membuat masyarakat yang kaya akan lebih kaya karena pengurangan pajak. Namun di sisi lain masyarakat menengah ke bawah juga akan meningkatkan pendapatan, seiring terciptanya lapangan pekerjaan di berbagai perusahaan.

https://forum.wormtraders.com/index.php?login/login

“Saya pikir fokus utama (kebijakan pajak) seharusnya menciptakan lapangan pekerjaan. Itu sebabnya saya telah memberi selamat kepada presiden AS untuk reformasi perpajakannya,” ungkap Kaeser seperti dikutip dari CNBC.

Di sisi lain, dengan pelemahan permintaan permintaan di sektor listrik dan gas membuat Siemens pada kuartal IV 2017 mengalami penurunan keuntungan sebesar 14 persen.

Saat ini Siemens di AS memiliki sekitar 65.000 karyawan, memperkirakan tarif pajak untuk tahun fiskal 2018 akan di kisaran 27-33 persen.