China berencana hentikan pembelian  US Treasury akibat ketengangan hubungan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS). Hal ini akan berdampak buruk terhadap peningkatan yield dan nilai tukar Dolar AS.

Berdasarkan laporan yang tertulis di Bloomberg News, pejabat tinggi Beijing telah memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk menurunkan atau menghentikan pembelian US Treasury, dikarenakan adanya ketegangan hubungan perdagangan keduanya.

Pejabat Beijing menyatakan saat ini Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk memberikan sanksi perdagangan pada China karena defisit perdagangan Amerika Serikat terhadap China yang yang semakin tinggi.

Bahkan Komisi Perdagangan Luar Negeri AS mengatakan, perusahaan AS telah merugi atas peningkatan impor dan rekomendasi tarif sebesar 35%. Ini lah alasan pemerintah untuk bias memutuskan mengetatkan regulasi perdagangan antar negara. Salah satu kebijakan yang akan diambil Presiden Amerika Serikat Donald Trump adalah melakukan safeguard untuk panel surya, karena China merupakan pemain utama dalam sektor ini.

Sebelumnya AS sudah menerapak anti dumping dan melakukan perhitungan ulang untuk produk panel surya. Pejabat tersebut mengatakan US Treasury saat ini tidak lagi menarik dibandingkan aset-aset lainya.

China Rencanakan Hentikan Pembelian US Treasury

Pelemahan Dolar AS 

“Jika China berhenti membeli US Treasury, pasar bisa menderita,” ungkap strategist di Jeferies. Kondisi ini akan membuat pembiayaan pada tahun 2018 akan meningkat sehingga kementerian keuangan mereka harus mencari sumber dana baru untuk pembiayaan.

Langkah China ini akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan yield dan tertekannya nilai tukar dolar AS. Hal ini tercermin dengan turunnya harga US Treasury yang mengakibatkan peningkatan yield diikuti pelemahan Dolar AS terhadap nilai tukar dunia.

“Saya pikir China akan berkontribusi pada penghapusan likuiditas di pasar. Ini (rencana penurunan kepemilikan) tidak akan membatu pasar yang sedang dalam tekanan,” ungkap Michael Shaoul, chairman dan CEO Marketfield Asset Management.

Di sisi lain, rencana pengurangan kepemilikan US Treasury oleh China ini berbarengan dengan rencana pengumuman neraca finasial oleh The Fed. The Fed diprediksi akan menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali di tahun ini.

Pada pertengahan pekan lalu, yield US Treasury mencapai level tertinggi sejak Maret tahun lalu yaitu 2,56% untuk tenor 10 tahun dan Dollar AS mengalami penurunan sebesar 0,2% menjadi 92,28.

Berdasarkan data Departemen Keuangan AS per 9 Januari 2018 total utang AS mencapai US$ 20,49  triliun. Dengan kepemilikan publik mencapai US$14,81  triliun di mana asing mencapai US$ 6,35 triliun.

Selain asing, kepemilikan publik juga terdapat The Fed, pemerintah bagian, reksadana, dana pensiun swasta, perbankan dan asuransi. The Fed mengunakan US Treasury sebagai salah satu instrument kebijakan selain suku bunga acuan. Diketahui bahwa The Fed akan membiarkan surat utang jatuh tempo tanpa membeli utang baru untuk refinancing pemerintah AS. Ini sebagai bentuk pengetatan stimulus moneter.