Draw Down, Strategi Survive Saat Terperosok di Lembah Trading

Laiknya kehidupan, ada pasang ada surut. Ada saatnya berada di puncak, ada saatnya terperosok di lembah. Begitu pun dengan aktivitas trading binary options. Saat berada di puncak trading adalah saat-saat menyenangkan. Namun, saat berada di lembah, rasanya bak mimpi buruk. Draw Down adalah strategi yang harus diterapkan saat berada di lembah trading. Seperti apakah?

Saat berada di puncak diibaratkan sebagai saat tak ada kesalahan sedikit pun. Yang ada hanyalah keuntungan demi keuntungan. Situasi mulai merisaukan saat arah pergerakan trading menuju ke lembah. Terlebih lembah yang sangat curam.

“Dalam situasi seperti ini, fokus trader lebih pada bagaimana harus survive daripada hitting the optimum winning trade atau mengincar keuntungan maksimal,” ujar Wahyu U.K Notodiputro, expert trading yang sudah empat tahun lebih berpengalaman di bidang trading.

Yang menjadi pertanyaan, apa sebetulnya strategi Draw Down? Metode ini sebetulnya lebih bicara semua hal tentang pengelolaan uang atau dana dan recovering kerugian.

 

Langkah Draw Down, Trader Bukan Gambler

Reaksi trader dan gambler dalam menyikapi kekalahan atau kerugian tentu sangat berbeda. Sekadar ilustrasi, saat Anda memulai trading dengan dana US$ 10.000 dan merugi US$ 5.000 berarti Anda loss 50 persen. Dengan begitu Anda butuh profit 100 persen hanya untuk impas.

Langkah pertama draw down adalah mencegah situasi sama terjadi. Jika gambler memilih memaksimalkan risiko untuk meraih keuntungan maksimal, trader justru memilih mundur sementara waktu atau menjauh dari risiko. Sebab, bagi trader mengejar kerugian bukan pilihan terbaik.

“Jadi, alih-alih melipatgandakan risiko dengan harapan menggandakan keuntungan, Anda justru harus mundur. Mulailah dengan mengurangi risiko, jangan naikkan risiko. Berpegang pada metode persentase pengelolaan uang jauh lebih baik dalam trading,” lanjut U.K, panggilan akrab Wahyu U.K Notodiputro.

Mari kembali pada ilustrasi di atas. Dengan dana sebesar US$ 10.000 pada akun Anda, maka pilihan mengoperasikan 2 persen di antaranya atau sebesar US$ 200 per satu aktivitas trading adalah yang paling bisa diterima. Angka tersebut adalah jumlah proporsional jika dikaitkan dengan tingkat risiko yang harus ditanggung.

Metode evaluasi risiko atau recovering kerugian ini juga diyakini paling terpercaya dan tidak akan membuat Anda bangkrut. Trader berpengalaman pasti sudah sangat memahami langkah-langkah ini.

 

Langkah Draw Down, Terapkan Piramida Terbalik

Draw Down, Strategi Survive Saat Terperosok di Lembah Trading

Metode draw down lainnya yang bisa dilakukan adalah menerapkan piramida terbalik. Logika sederhana, saat Anda membangun kekayaan maka Anda menyuntik posisi terlemah agar mampu bertumbuh. Pada piramida terbalik yang terjadi justru sebaliknya.

Dalam trading binary options, Anda justru memperkuat posisi yang sudah sangat kuat. Artinya, Anda hanya melakukan trading binary options saat Anda yakin akan hasilnya. Trading sangat jarang, namun hasil lebih terukur. Terutama, langkah ini harus dilakukan begitu Anda mengalami penurunan profit rata-rata atau berada di lembah trading. Sekaligus menerapkan draw down sebagai langkah recovering kerugian.

Draw down sebagai sebuah strategi telah membuktikan diri sebagai langkah tangguh. Sayangnya, tidak banyak trader yang mampu mengenali atau menyadari kapan mulai berada di lembah. Inilah faktor yang sering membawa kerugian.

Jika Anda belum mampu mencapai titik ini, Anda tidak mampu menerapkan strategi draw down. Trader pemula pada akhirnya hanya berfokus pada bagaimana membangun profit tanpa menimba dan mengolah pengalaman menjadi sebuah strategi yang lebih kuat.

Anda tentu bukan termasuk trader yang sekadar mengincar profit tanpa kemampuan mengolah strategi bukan? Teruslah menimba ilmu. Salah satunya melalui forum-forum trader seperti Wormtraders Forum.

Sebagai langkah awal, klik banner Wormtraders Forum di atas. Selanjutnya, buka akun Binary dan klik salah satu banner binary pada landing page.