Dua Penerbit Kartu Kredit Larang Pembelian Bitcoin

Larangan pembelian mata uang virtual melalui kartu kredit mulai dilakukan di Amerika Serikat (AS). Dua perusahaan penerbit kartu kredit, JPMorgan Chase & Co. dan Bank of America memastikan tidak akan memproses aktivitas pembelian mata uang virtual. Menurut mereka, praktik pembelian mata uang virtual melalui kartu kredit berisiko tinggi.

Seorang juru bicara JPMorgan Chase & Co tidak menjelaskan hingga kapan larangan ini akan diberlakukan. “Kami akan meninjau kembali masalah ini seiring perkembangan pasar,” ungkap juru bicara yang tak disebutkan namanya itu, seperti dikutip dari CNBC.

Penolakan pembelian uang virtual dengan kartu kredit sebelumnya telah dilakukan oleh Capital One Financial. Bahkan Discover Financial Services telah secara efektif melarang pembelian mata uang virtual dengan kartu kredit mereka sejak tahun 2015.

Baca juga: Bitcoin dan Fenomena Tulip Berabad-abad Lalu

Maraknya larangan pembelian mata uang virtual oleh penerbit kartu kredit terjadi karena bitcoin mampu meningkatkan nilai sebanyak 2.000 persen dalam 12 bulan, hingga mencapai di atas US$ 19.000.

Namun dalam waktu beberapa pekan terakhir, nilai mereka anjlok hingga di bawah US$ 8.000. Pelemahan memicu risiko yang lebih inggi. Bahkan mata uang virtual lainnya jatuh lebih dalam dibandingkan bitcoin.

Pada Rabu, perusahaan pembayaran Jack Dorsey Square mengumumkan bahwa sebagian besar pengguna aplikasi cash-nya sekarang dapat menukar bitcoin. Sementara itu, aplikasi perdagangan saham Robinhood meluncurkan perdagangan bitcoin dan ethereum bulan ini di lima negara bagian.