The European Central Bank (EBC) berikan sinyal Quantitative easing (QE) akan berakhir pada tahun ini, jika ekonomi zona euro terus tumbuh dengan kuat. Diperkirakan kenaikan suku bunga acuan akan terjadi sekitar enam bulan mendekati Maret 2019.

Saat ECB mengatakan akan mengurangi separuh pembelian obligasi bulanan menjadi 30 miliar euro ($ 36 miliar) dari 1 Januari dengan tidak akan ada perubahan suku bunga acuan, para investor memperkirakan tren suku bunga rendah akan bertahan hingga akhir 2019. Akan tetapi dalam dua minggu terakhir, beberapa pejabat EBC telah menyarankan program pembelian aset 2,55 triliun euro berakhir pada bulan September. Yang berpotensi  adanya kenaikan suku bunga acuan pertama kalinya sejak 2011.

ECB Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga Acuan Tahun Ini

 

Pasar memprediksikan kenaikan suku bunga acuan akan terjadi sekitar enam bulan ke depan hingga awal 2019, dan kenaikan ini akan berlangsung dengan baik sebelum Mario Draghi sebagai kepala ECB berakhir pada bulan Oktober tahun depan.

Sinyal langkah kebijakan ini di baca pasar sehingga berdampak ke yield obligasi jangka pendek, yang mulai bergerak naik. Seperti, Yield obligasi Jerman, naik 10 basis poin pada bulan Desember DE5YT = RR, bahkan yield tenor dua tahun mendekati level tertinggi dalam lima bulan di level minus 0,62 persen DE2YT = RR, sementaraitu, yield tenor 10 tahun mencapai tertinggi dalam dua minggu lalu.

“Suku bunga jangka panjang dipengaruhi oleh kapan waktu kenaikan suku bunga pertama(kali) dan bukan aliran QE,” kata Peter Chatwell, head of rates strategy at Mizuho di London, seperti dikutip dari Reuters.

Antisipasi Akhir

Pada awal Desember, yield obligasi pemerintah zona uero berada hampir mencapai posisi terendah dalam beberapa bulan, meskipun beberapa manajer aset mengatakan bahwa seharusnya yield lebih tinggi karena pengurangan pembelian obligasi dan risiko kebijakan moneter yang lebih ketat.

Hal ini terjadi terjadi karena pergeseran presepsi pasar paska keluarnya komentar  Benoit Coeure dan Ewald Nowotny.  Coeure, anggota  dewan eksekutif EBC yang bertanggung jawab atas program pembelian aset bank, akhir tahun lalu mengatakan kemungkinan kebijakan tersebut tidak akan di perpanjang.

Sementara itu, pada awal tahun kemarin Ewald Nowotny mengatakan QE dapat berakhir pada 2018 jika ekonomi zona euro menguat. “ECB harus menetapkan tanggal untuk mengakhiri QE,” ungkap Jeans Weidmann, The Bundes bank seperti dikutip dari Reuters.

ECB Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga Acuan Tahun Ini

 

Untuk mengatisipas berakhirnya kebijakan QE, kebijakan yang dapat dilakukan ditengah tren suku bunga rendah adalah capping pinjaman jangka menengah untuk pemerintah dan perusahaan. Namun kebijakan ini dapat di lakukan jika ekonomi zona euro melanjutan penguatan, inflasi meningkat dan pasar menilai kenaikan suku bunga yang akan lebih cepat dari perkiraan.

Di sisi lain, ECB menyadari bahwa mempersiapkan fundamental untuk penarikan stimulus fiskal sangat penting. “Kenaikan suku bunga bukan cerita 2018, tapi pasar sudah sangat siap. Pasar melihat tanda-tanda kapan kenaikan suku bunga dan penurunan stimulus yang sudah di perhitungkan,” kata Timothy Graf, kepala strategi makro untuk EMEA di State Street Global Markets.