Ekspektasi Investor Menguat, Dow Jones Melonjak

Wall Street melonjak pada penutupan perdagangan Rabu (17/1) waktu setempat atau Kamis (18/1) pagi waktu Jakarta. Indeks acuan Dow Jones ditutup di atas 26.000 untuk pertama kalinya akibat terdorong ekspektasi investor terhadap pendapatan yang lebih tinggi hingga mengangkat saham di seluruh sektor.

Mengutip Reuters, Indeks acuan Dow Jones mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah dalam perdagangan intraday. Kendati sempat mencapai puncak di level 26.000, sebelum kembali di bawah ambang batas itu.

S & P 500 juga mencatat rekor penutupan tertinggi dengan kenaikan 4,8 persen tahun ini, hanya mencatat dua sesi kerugian. Adapun hingga saat ini, tercatat sudah ada lebih dari dari tiga perempat dari 36 perusahaan S & P 500 telah mengeluarkan laporan keuangan denga kinerja pendapatan yang melampaui perkiraan, menurut Thomson Reuters I / B / E / S.

Prospek laba perusahaan ke depan juga diprediksi cerah, karena tarif pajak perusahaan yang rendah telah dilunasi pada bulan Desember.

“Dengan adanya sebuah kebijakan yang berdampak signifikan, awalnya akan ada kejutan di pasar, namun kemudian lebih tenang dan dicerna,” kata Brad McMillan, Chief Investment Officer of Commonwealth Financial Network di Waltham, Massachusetts.

Dengan demikian, dia berpendapat, perusahaan sudah mulai bisa mendapat gambaran mengenai panduan meraih pendapatan.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 322,79 poin atau 1,25 persen menjadi 26.115,65. Untuk S&P 500 naik 26,14 poin atau 0,94 persen menjadi 2.802,56. Sedangkan Nasdaq Composite menambah 74,59 poin atau 1,03 persen menjadi 7.298,28.

Saham Boeing melonjak 4,7% setelah perusahaan tersebut mengumumkan membuka perusahaan patungan dengan pemilik tempat duduk mobil Adient untuk membuat jok pesawat.

Saham IBM juga naik 2,9 persen setelah analis Barclays menaikkan target harga sebesar US$ 59 menjadi US$ 192.
Sementara itu, di lain pihak saham beberapa perusahaan justru mengalami tekanan, khususnya setelah mereka mengeluarkan laporan serta proyeksi kinerja pendapatan.

Ekspektasi Investor Menguat, Dow Jones Melonjak

Saham-saham di sektor keuangan seperti Goldman Sachs dan Bank of America melaporkan mengalami tekanan Sektor keuangan dalam S&P 500 jatuh pada perdagangan awal perdagangan intraday namun berakhir naik 0,6 persen.

Saham Bank of America turun 0,2% setelah memperoleh tagihan pajak satu kali sebesar US$ 2,9 miliar atau hampir sepauh laba yang dilaporkan. Sementara Goldman Sachs turun 1,9% setelah membukukan kerugian dalam kinerja kuartalan untuk yang pertama kali dalam enam tahun terakhir, akibat pajak serta anjloknya pendapatan perusahaan.

Pun dengan saham Ford yang tergelincir sedalam 7,0% setelah produsen mobil ini melaporkan penurunan laba. General Electric melemah 4,7 persen, memperpanjang kerugian sejak Selasa (16/1) saat mengumumkan lebih dari $ 11 miliar biaya.

Sementara sebelumnya, Indeks utama Wall Street juga tercatat menguat, pada pembukaan perdagangan Rabu (17/1) waktu setempat karena dipicu oleh adanya kenaikan moderat pada sejumlah saham teknologi Amerika Serikat (AS) yang dipimpin oleh Microsoft, IBM dan Intel.

Saham IBM meningkat 2,5% setelah analis Barclays menaikan sahamnya menjadi “over weight” serta meningkatkan target harga sebesar US$ 59 menjadi US$ 192.

Saham Microsoft naik 0,56% dan Intel 1,4%, mendorong kenaikan indeks teknologi S&P 0,3%. Adapun saham Apple naik tipis sebesar 0,33% dan menahan laju sektor ini setelah Longbow Research menurunkan sahamnya menjadi “netral”, dengan mengutip sebuah “siklus iPhone yang bagus dan tidak hebat”.