Investor berbondong-bondong memborong obligasi Amerika Serikat (AS), bukannya emas. Pembelian besar-besaran didorong kekhawatiran akan kondisi global. Aksi investor memicu emas hingga level terendah dalam enam bulan terakhir.

Menurut The Wall Street Journal, Departemen Keuangan AS sedang menyusun aturan untuk memblokir perusahaan gabungan dengan 25 persen saham milik Cina dalam sektor teknologi.

Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures mengatakan emas secara tradisional dipandang sebagai safe haven di tengah-tengah ketidakpastian geopolitik. Namun, kali ini tidak terjadi karena dianggap tidak memberikan keuntungan sehingga investor beralih ke surat utang pemerintah AS.

“Sekarang, uang terbang menuju pasar obligasi. Komoditas secara keseluruhan mengalah akibat perang tarif antara AS dan Cina,” ungkapnya.

Kurva imbal hasil obligasi pemerintah AS untuk tenor 10 tahun berada di level terendah. Pelemahan dipicu kekhawatiran tentang perang dagang yang mendorong investasi dalam pasar surat utang negara.

Kenaikan imbal hasil mengakibatkan emas menjadi tidak menarik karena tidak menawarkan bunga. Namun beberapa analis mengatakan kebuntuan antara dua negara perekonomian terbesar dunia itu akan mengancam pertumbuhan ekonomi global yang akhirnya memberikan keuntungan pada emas.

Analis Danske Bank, Jens Pedersen mengingatkan risk-off dalam pasar komoditas pada awal pekan ini. Namun, emas relatif lebih baik dibanding komoditas lain dan sektor ekuitas.

Saham global jatuh karena eskalasi ketegangan perdangangan. Indeks dolar melemah terhadap sekeranjang mata uang utama global.

Peter Hug, Direktur Perdagangan Global di Kitco Logam mengatakan dinamika fundamental menunjukkan emas akan tetap berada di bawah tekanan sampai ada sentimen pembalikan dalam dolar AS.

“Kami melihat beberapa dukungan berbaris di level US$ 1,265, dengan momentum ke atas dibatasi di area US$ 1.278,” ungkapnya.

Seperti diketahui, harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi US$ 1.266,29 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus mulai stabil US$ 1,80, atau 0,1 persen menjadi US$ 1,268.90 per ounce.

Sedangkan paladium turun 2 persen menjadi US$ 937,70 per ounce. Setelah sebelumnya turun ke posisi US$ 936,25 per ounce, terendah sejak 10 April. Perak turun 0,8 persen  pada level US$ 16,31 per ounce.