Cryptocurrency atau mata uang virtual memang tengah menjadi fenomena dan menjadi tema yang hangat diperbincangkan. Fenomena tersebut bahkan dibahas oleh sejumlah pemimpin bisnis terkemuka, dalam sebuah sesi diskusi pada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Bitcoin, salah satu jenis koin paling populer dalam cryptocurrency yang kali ini mendapat sorotan. Tak hanya itu, blockchain, teknologi yang mendasari terbentuknya koin digital ini justru menuai pujian kendati isu mengenai bitcoin tengah terpukul.

“Tidak ada nilai intrinsik pada bitcoin, jadi sebenarnya ini bukan aset yang bisa dianalisis. Ini pada dasarnya bersifat spekulatif,” ujar Stephen Poloz, Gubernur Bank of Canada, dalam wawancara dengan CNBC di Davos.

Kepada media yang sama, ekonom pemenang hadiah Nobel Robert Shiller mengatakan nilai bitcoin dalam 100 tahun akan benar-benar mengalami kejatuhan.

“(Bitcoin) mungkin benar-benar jatuh dan dilupakan, tapi bisa bertahan lama sampai di sini dalam 100 tahun. Saya pikir cukup bagus,” kata Shiller.

Reputasi bitcoin sebagai mata uang yang terutama digunakan untuk aktivitas terlarang pun dilihat masih bertahan.”Kenyataan bahwa anonimitas, kurangnya transparansi dan caranya menyembunyikan dan melindungi pencucian uang dan pendanaan terorisme serta segala jenis perdagangan gelap tidak dapat diterima,” kata Christine Lagarde, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) di Davos pada awal pekan.

 

Bitcoin memang mencatat kenaikan nilai yang signifikan pada tahun lalu, tetapi mengalami awal yang sulit untuk tahun ini. Harga cryptocurrency merosot hingga lebih dari 21 persen sejak 1 Januari lalu.

Cryptocurrency tidak stabil dan banyak yang menyebutnya sebagai gelembung (bubble). Sejumlah besar pemimpin pemain cryptocurrency hadir di Davos. Mereka optimistis akan potensi teknologinya dan langsung membalas pernyataan Poloz serta Shiller.

“Kami memang masih belum berada dalam jenis wilayah gelembung dalam hal kapitalisasi pasar secara keseluruhan,” papar Richard Muirhead, General Partner Fabric Ventures.

Sementara itu, sentimen lain juga digaungkan oleh Nic Cary, salah satu pendiri Cryptocurrency Wallet Blockchain. “Anda harus melihat fundamentalnya,” katanya. “Kami melihat peningkatan volume transaksi dan bagi saya itu adalah salah satu indikator pertama yang digunakan orang, dalam hal ini dalam kehidupan sehari-hari dan itu sangat menarik bagi saya.”

Pendapat yang bersifat mendukung juga diungkap Jamie Smith, presiden Global Blockchain Business Council, organisasi yang membantu regulator memahami teknologi blockchain dan mata uang virtual lainnya. Menurutnya, regulator dan investor perlu sama-sama tahu soal apa itu mata uang digital.

“Apa yang saya khawatirkan adalah ada begitu banyak regulator, tidak hanya di Amerika Serikat, tapi di seluruh dunia yang baru saja terbangun dan melek dengan fenomena baru ini,” kata Smith dikuip dari CNBC.

Meskipun ada buzz seputar mata uang digital, tetapi masih sedikit orang-orang yang memahami hal ini, kata Smith. “Sangat penting bahwa mereka belajar dan mereka meluangkan waktu untuk mengerti.”

Ketakutan akan lingkungan peraturan yang memiliki ketidakpastian seputar pasar koin digital mungkin telah memicu aksi jual pada awal bulan ini, dengan penurunan bitcoin lebih dari 30 persen. Korea Selatan dan Cina bahkan sudah memberlakukan peraturan mengenai mata uang digital.

Guna menambah pemahaman masyarakat mengenai mata uang digital tersebut, dia pun memberikan sejumlah tips:

1. Jangan berinvestasi pada ICO yang tidak memiliki produk

Smith mengatakan bahwa dia mendukung pernyataan Komisi Sekuritas dan Bursa AS bahwa jika sebuah perusahaan memutuskan untuk membuat penawaran koin awal atau ICO (Initial Coin Offering), cara untuk mengumpulkan dana bagi usaha mata uang virtual, mereka harus terlebih dahulu memiliki produk yang benar.

2. Miliki panduan tentang pilihan mata uang virtual

Smith mengatakan akan sangat membantu jika ada sedikit panduan untuk semua mata uang virtual. Semua orang pernah mendengar tentang bitcoin, tapi ada banyak mata uang virtual lain di luar sana. Tanpa pengetahuan tentang banyak cara untuk berinvestasi dalam uang digital, para investor bergantung pada perusahaan yang menggunakan kriteria mereka sendiri untuk memilih mata uang digital mana yang akan diinvestasikan.

3. Ketahui perbedaan antara pseudo-anonim dan anonim sepenuhnya.

Adalah Bitcoin pseudo-anonim. Pseudo-anonim berarti (pengguna lain) tidak tahu persis nama Anda yang melekat pada alamat IP, namun penegak hukum pada dasarnya bisa mengetahuinya jika diperlukan.

4. Gunakan sumber seperti Aliansi Blockchain.

Organisasi ini membantu badan penegakan hukum dan peraturan di seluruh dunia memahami ekosistem blokir, kata Smith. Situs web organisasi tersebut juga mengatakan bahwa pihaknya menyediakan informasi dan bantuan teknis bagi investor untuk memahami mata uang digital.

“Ada banyak pekerjaan keren guna memastikan penegakan hukum mengenai hal ini,” kata Smith. “Masalahnya adalah tidak banyak orang di penegakan hukum yang mengetahuinya atau punya dana untuk meluangkan waktu untuk itu.”

Dengan pengetahuan tersebut dia berharap makin banyak orang tahu mengenai cryptocurrenccy dan terhindar dari berbagai hal yang merugikan.

(Sumber: CNBC)