Goldman Sachs, Apa Kabar Rencana Ambisius US$ 5 Miliar Itu?

Eksekutif Goldman Sachs Group Inc (GS.N) pernah menemui beberapa investor, tak lama setelah mengumumkan rencana ambisius atas kenaikan pendapatan yang sebesar US$ 5 miliar. Seperti biasa, skeptisme menyeruak di tengah-tengah investor.

Kini, menyusul penguatan kinerja Goldman, banyak pelaku pasar justru berharap perusahaan lain dalam sektor perbankan Amerika Serikat (AS) bisa melakukan yang jauh lebih baik.

Pada Selasa (13/2) waktu setempat, tersiar kabar Chief Executive Officer (CEO) Goldman, Lloyd Blankfein, bakal berbicara dalam suatu konferensi industri di Miami Beach. Dalam konferensi tersebut, sang CEO bermaksud memberi penjelasan mengenai upaya yang dilakukan perusahaan terkait peningkatan pendapatan yang berhasil dicetak perseroan.

Ini akan menjadi pertama kalinya Blankfein mencoba meyakinkan investor dengan presentasi formal di depan publik mengenai tujuan yang Goldman tetapkan. Sejak pertama kali mengumumkan strategi pertumbuhan pendapatan pada September, para analis telah menyelidiki para eksekutif dengan pertanyaan tentang asumsi yang mendasar dan menyebutkan jenis-jenis kekhawatiran investor.

Dalam suatu laporan baru-baru ini, analis Evercore ISI, Glenn Schorr menyatakan pemegang saham tetap “skeptis” mengenai komponen lain sepanjang rencana pertumbuhan pendapatan Goldman, seperti pinjaman konsumen, meskipun ada jaminan dari para eksekutif senior.

“Blankfein akan memberikan informasi terbaru bisnis kami kepada investor (Selasa), dan kami berada pada tahap awal penyampaian rencana pertumbuhan yang kami jelaskan pada musim gugur yang lalu,” kata juru bicara Goldman dalam suatu surel.

Goldman Sachs, Apa Kabar Rencana Ambisius US$ 5 Miliar Itu?

Sementara itu, pasar saham AS meragukan perkiraan Goldman mampu menghasilkan US$ 5 miliar seperti yang dijanjikan, menurut analis Wells Fargo, Mike Mayo seperti dikutip dari Reuters.

“Ini adalah lingkungan yang telah ditunggu Goldman selama satu dekade ini,” kata Mayo, yang mengharapkan bank tersebut mencapai US$ 3 miliar dari target US$ 5 miliar, terdorong volatilitas pasar saham dan obligasi global.

“Jika Goldman tidak mendapatkannya pada 2018, maka manajemen memiliki beberapa pertanyaan serius untuk diajukan,” ujarnya lagi.

Perdagangan saham telah menjadi mesin keuntungan bagi Goldman Sachs yang menyebabkan krisis keuangan 2007-2009. Pada 2009, Goldman tercatat mampu membukukan pangsa pasar 19 persen dalam perdagangan obligasi, yang menghasilkan pendapatan US$ 121 miliar di bursa Wall Street. Tapi sejak Goldman kehilangan hampir setengah dari pangsa itu karena tampungan pendapatan telah menurun hampir setengahnya. Tahun lalu bank tersebut melaporkan hasil perdagangan obligasi terburuk sejak 2008, dengan pendapatan turun 30 persen.

Akibatnya, Goldman mencoba menumbuhkan lagi peruntungan bisnisnya melalui manajemen investasi, sambil berusaha menjaring lebih banyak pendapatan baik dari pelanggan lama maupun baru.

Analis berharap Blankfein akan membicarakan perdagangan obligasi pada Selasa, juga memberikan rincian lebih lanjut tentang inisiatif pertumbuhan pendapatan.