Heboh Facebook dengan Cambridge Analytica membuat banyak orang terhenyak. Semua orang sontak diliputi kecurigaan yang tinggi. Anehnya, pengguna Google yang tak berkurang jumlahnya tampak damai-damai saja. Padahal, Google punya kekuatan mengunduh data sembilan kali lebih besar dari Facebook.

Google Lacak Data Sembilan Kali Lebih Besar dari Facebook

Siapa tak kenal Google saat ini? Dari anak-anak penyuka games, maniak YouTube, hingga nenek-nenek hobi memasak, banyak mengandalkan pada mesin pencari Google. Tak ada hari tanpa menggunakan produk-produk Google seperti Gmail, YouTube, Google Drive, Google Maps, Google Chrome, atau Google Play Music.

Bahkan Google Analytics tak ubahnya kitab suci bagi hampir seluruh portal berita dan korporasi. Terutama, mereka yang tak ingin terlewatkan dalam memonitor keinginan pelanggan dalam meningkatkan potensi bisnis. Begitu pun Google AdSense tak ubahnya Dewa Penolong bagi hampir seluruh perusahaan rintisan dalam upaya memperbesar penjualan.

 

Pengguna Aktif Produk Google 1 Miliar per Bulan

Tak pelak, berdasarkan jajak pendapat yang digelar Morning Consult, Google menjadi salah satu merek paling dihormati di dunia saat ini. Google memiliki banyak produk yang masing-masing memiliki setidaknya 1 miliar pengguna aktif bulanan. Ingat, para pengguna aktif ini praktis tidak dapat bekerja dengan baik tanpa membuka akses data.

Dengan kata lain, makin banyak kita menggunakan produk Google, makin banyak pula data kita terbuka. Namun, Google tak merasa harus kebakaran jenggot seperti Facebook yang kemudian banyak ‘dihakimi’ terkait Cambridge Analytica yang terkuak ke publik.

Google Lacak Data Sembilan Kali Lebih Besar dari Facebook

Bahkan, seperti dikutip dari CNBNews, Sundar Pichai, CEO Google, meluncurkan beberapa layanan teknologi paling canggih dalam forum konferensi pengembang tahunan, Selasa (8/5) lalu. Google menyebut layanan terbarunya sebagai Smart Replies. Beberapa layanan canggih tersebut seperti layanan yang mampu mengatur jadwal janji Anda via telepon, saran khusus dari Google Maps, bahkan fitur baru yang mampu menyelesaikan kalimat Anda saat mengirim email, wow.

Benar-benar dunia ‘dijajah’ Google. Hebatnya, tak seperti Fcebook yang kemudian heboh, sebagian besar pengguna Google banyak yang tak menyadari apakah data yang mereka punya digunakan secara baik-baik saja. Padahal, sekali lagi, semakin banyak produk Google yang Anda gunakan, semakin banyak Google dapat mengumpulkan data tentang Anda.

 

Pengguna Google Memasang Kamera di Rumah Sendiri

Dalam kebijakan privasinya Google menegaskan, mereka menggunakan segala informasi yang dikumpulkan pada semua layanan untuk menyediakan, memelihara, melindungi, dan meningkatkan kepentingan pengguna. Bahkan, segala informasi itu digunakan dalam rangka menawarkan konten yang disesuaikan. Ambil contoh, untuk memberikan hasil pencarian dan iklan yang lebih relevan.

Faktanya, seperti diungkapkan Aaron Stein, juru bicara Google, akses gratis ke berbagai layanan telah memberikan hasil luar biasa. Layanan iklan yang tertarget salah satunya, telah menghasilkan nilai US$ 31,2 miliar hanya dalam tiga bulan pertama 2018.

Bukan itu saja. Google juga menegaskan telah memanfaatkan beberapa set data untuk apa yang disebutnya sebagai langkah membangun next generation terkait terobosan solusi artificial intelligence (AI). Smart Replies adalah jawaban atas apa yang Google sebut bagaimana AI membantu pengguna menyelesaikan kalimat.

Luasnya informasi yang dihimpun Google nyatanya mampu membuat kita makin terhenyak. Dylan Curran, profesional konsultan teknologi informasi, baru-baru ini membuat perbandingan antara Facebook dan Google. Saat dia mengunduh Facebook, dia menemukan file dengan kapasitas 600 megabyte. Sedangkan saat dia mengunduh jenis file yang sama dari Google, dia menemukan kapasitas 5,5 gigabyte, atau sekitar sembilan kali lebih besar dari Facebook. Dan dari setiap jenis informasi Google, dia mendapatkan rata-rata 170.000 retweet dari pengguna.

“Ini adalah sesuatu yang gila di zaman modern. Kami tak akan membiarkan pemerintah atau korporasi menempatkan pelacak di rumah kami, namun tanpa sadar kami sendiri yang memasang kamera tersebut di beranda hanya demi alasan untuk menonton video anjing yang lucu,” ungkap Curran.

Fakta tak terbantah, Google mengumpulkan miliaran data dari miliaran pengguna setiap hari. Terlebih, maraknya pengguna Android tak bisa dipisahkan dari pengguna Google. Suka atau tidak, benar-benar dunia tak bisa dipisahkan dari Google.