Harga Minyak Turun

Peningkatan produk minyak mentah Amerika Serikat (AS) mendorong penurunan harga minyak. Investor kini berhati-hati menjual saham, obligasi dan komoditas.

Pada perdagangan Selasa waktu setempat, harga minyak Brent LCOc1 untuk pengiriman Maret turun 44 sen atau 0,6 persen menjadi US$ 69,02 per barel setelah sempat menyentuh level terendah di US$ 68,40. Pasar berjangka West Texas Intermediate CLc1 turun US$ 1,06, atau 1,6 persen, ditutup pada US$ 64,50 per barel.

Brian LaRose, analis teknikal di United-ICAP melihat hal ini sebagai tanda positif. Secara fundamental, pasar menunggu informasi dan melihat apa yang terjadi.

Harga Minyak Turun

“Sisi positifnya, ini adalah jeda. Fundamental teknis saat ini mengatakan menunggu informasi lebih lanjut dan beralih ke sikap yang lebih netral seraya menunggu yang akan terjadi di sini,” ungkapnya.

Saham blue-chip AS dibuka di bawah tekanan, terbebani oleh lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah dan kenaikan dolar sebelumnya.

Untuk kedua kalinya dalam pekan ini, bursa saham AS jatuh, yang ditandai penurunan Dow Jones Industrial Average sebanyak 352 poin, titik intraday terbesar sejak 17 Mei. Penurunan dipicu kenaikan imbal hasil obligasi sekaligus penurunan perusahaan perawatan kesehatan.

“Ada beberapa kekhawatiran bahwa ketika Anda mendapatkan pullback di pasar saham, ini mungkin akan membunuh argumen bahwa ekonomi kuat,” kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago.

Berkolerasi negatif dengan dolar, permintaan minyak mencapai level terkuat dalam sebulan, sinyal permintaan minyak yang akan berlanjut tidak membuat aksi krusial investor, menyusul kenaikan pekan lalu yang mencapai level tertinggi dalam tiga tahun.