HUT RI, Jokowi Ingin Melihat Sajian dari Lahan Gambut

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menantang Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk dapat menciptakan makanan khas yang dihasilkan dari lahan gambut. Jokowi menargetkan hidangan khas itu bisa disajikan saat perayaan hari ulang tahun ke-73 Republik Indonesia  pada 17 Agustus mendatang. Tentu saja hal ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar lahan gambut.

 

Lahan Gambut di Indonesia

Rawa gambut adalah ekosistem yang unik, kaya akan karbon dan keragaman hayati, namun kurang diperhatikan. Sekitar 36 persen lahan gambut tropis dunia yang menyimpan karbon hingga 20 kali lebih banyak dari tanah mineral non-gambut berada di Indonesia.

Hutan lahan gambut menyimpan jauh lebih banyak karbon dari hutan tropis umumnya, sebagian besar di bawah tanah. Lahan gambut Indonesia juga merupakan tempat tinggal berbagai spesies satwa liar, termasuk orangutan, harimau Sumatra, macan tutul dan spesies ikan yang tidak dapat ditemukan di tempat lain di dunia.

Lahan gambut di Indonesia masih sangat luas, sebagian besar ada  di 7 provinsi. Yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Papua. Akan sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan secara maksimal.

 

Menjawab Tantangan Jokowi

Kepala BRG Nazir Foead saat melakukan kunjungan lapangan ke Desa Lukun, Tebing Tinggi Timur, Kepulauan Meranti, Riau, beberapa waktu lalu menyebutkan saat ini BRG sedang berusaha mewujudkan permintaan Presiden Jokowi. Ia meminta bantuan masyarakat untuk bisa memenuhi keinginan Jokowi dengan memproduksi makanan dan minuman olahan dari produk pertanian yang dihasilkan di lahan gambut.

Menurut Nazir, lahan gambut berhasil mengembangkan beragam produk pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan. Mulai dari kopi, nanas, semangka, kelapa, buah naga, madu, sagu, ikan air tawar, sapi, hingga kerbau.

Lahan gambut bisa ditanami tanaman yang berbeda-beda, Lahan gambut di Meranti, Riau misalnya, dimanfaatkan untuk membudidayakan pohon sagu. Masyarakat setempat mengolah sagu menjadi aneka makanan seperti mi sagu dan kue sagu. Makanan ini jadi ciri khas dan buah tangan khas Meranti.

Lain lagi dengan lahan gambut di Kalimantan Selatan, yang dimanfaatkan untuk menanam semangka Nagara. Jenis semangka Nagara itu terkenal karena rasa yang manis dan ukuran yang besar.

Lahan gambut di Jambi ditanami jelutung. Hasil getah dari jelutung bisa untuk bahan baku permen karet.

HUT RI, Jokowi Ingin Melihat Sajian dari Lahan Gambut

Ribuan hektare lahan gambut di Sepucuk Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan. Ditanami nanas, hasil panen selain dijual langsung ke daerah sekitar seperti Lampung dan Palembang, nanas tersebut bisa diolah menjadi aneka penganan yang lezat, kreatifitas masyarakat sangat dibutuhkan, dan ini bisa dijadikan lahan bisnis.

Ada pula kopi liberika yang banyak ditanam di Jambi, Riau, dan Kalimantan Tengah. Penjualannya sudah mencapai Negeri Jiran, Malaysia.

Di Papua, tanaman yang cocok untuk ditanam  di lahan gambut yaitu sagu. Ini selaras dengan kebutuhan penduduk setempat yang sebagian besar makanan pokoknya terbuat dari sagu. Papeda merupakan makanan khas dari Papua, ini bisa dijadikan salah satu sajian untuk memeriahkan hari ulang tahun Indonesia Agustus nanti.

Aneka kreasi makanan dan minuman hasil lahan gambut tersebut akan disajikan dalam memeriahkan hari ulang tahun Indonesia dan  tentu diharapkan juga akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung, baik wisatawab lokal atau pun mancanegara. Dan dapat berkelanjutan hingga akan menciptakan lahan bisnis baru yang dapat meningkatkan tarap hidup masyarakat.