Di luar dugaan, indeks sentimen konsumen Amerika Serikat (AS) pada Januari berada pada posisi terendah dalam enam bulan terakhir. Penurunan disebabkan penilaian rumah tangga AS akan perekonomian yang kurang baik, demikian hasil survei Universitas Michigan pada Jumat waktu setempat.

Indeks berada pada level 94,4 pada bulan Januari, turun dari 95,5 pada Desember. Indeks kondisi saat ini, yaitu indeks yang mengukur persepsi orang Amerika tentang keuangan mereka, turun menjadi 109,2, terendah sejak November 2016 yang sebesar 113,8. Ekspektasi konsumen meningkat menjadi 84,8 dari 84,3. Dan konsumen memperkirakan tingkat inflasi akan menjadi 2,8 persen tahun depan, lebih tinggi dari 2,7 persen di bulan Desember. Ekspektasi lima tahun juga meningkat menjadi 2,5 persen dari 2,4 persen.

Indeks Sentimen Konsumen AS
bulan Agustus 2017 Agustus 2017 Oktober 2017 Agustus 2017 Desember 2017 Januari 2017
indeks 96,8 95,1 100,7 98,5 95,9 94,4
                                                                        Sumber Universitas Michigan

Indeks sentimen konsumen merupakan indeks yang mengukur kemampuan belanja konsumen. Indeks ini dianggap penting oleh investor karena pola dalam sikap dan belanja konsumen seringkali menjadi pengaruh utama dalam pasar saham dan obligasi.

Selain itu, belanja konsumen menyumbang lebih dari dua pertiga dari ekonomi, sehingga pasar selalu ingin tahu apa yang konsumen hadapi dan bagaimana mereka dapat berperilaku dalam waktu dekat.

Penurunan indeks sentimen konsumen ini juga termasuk termasuk penurunan pembelian untuk barang-barang besar, yang mengindikasikan belanja konsumen kemungkinan akan melambat pada awal tahun ini, setelah pada akhir tahun sempat solid karena musim liburan.

Menurut laporan tersebut, penurunan daya beli turut disebabkan harga yang tidak menarik atau mengalami peningkatan, tergambar dengan perkiraan inflasi yang diperkirakan meningkat tahun ini dan secara jangka panjang. Sebanyak 37 persen menyebutkan harga menarik di awal Januari, turun dari bulan sebelumnya yang berada 47 persen.

Pada saat yang sama, indeks ekspektasi konsumen tetap stabil. Sebanyak 70 persen responden mengatakan dampak reformasi pajak akan positif. Terlebih lagi, survei tersebut menunjukkan kekuatan dalam keuangan pribadi. Peningkatan keuangan terjadi pada setengah dari keseluruhan responden. Indeks ini terbaik dalam 17 tahun terakhir.

“Penilaian prospek masa depan dan pandangan reformasi pajak yang sebagian besar positif adalah karena ketidakpastian tentang dampak tertunda dari reformasi pajak pada konsumen,” ungkap Tuba Suzer-Gurtekin, asisten direktur survei konsumen University of Michigan, dalam pernyataan yang dikutip dari Bloomberg, Jumat (19/1).

Suzer-Gurtekin mengatakan ekspektasi inflasi jangka panjang tetap pada tingkat rata-rata 2017 dan ekspektasi inflasi jangka pendek beranjak naik, dan konsumen tetap sangat optimis terhadap tingkat pengangguran nasional yang rendah. Ekspektasi harga gas jangka pendek juga meningkat pada awal Januari, namun tetap jauh di bawah puncaknya.

Sementara itu, Yelena Shulyatyeva, ekonom Bloomberg menilai tingkat optimisme konsumen tetap mendekati level tertinggi meski terjadi penurunan sentimen. Penurunan ini, didorong oleh sedikit memburuknya persepsi konsumen terhadap keuangan mereka, berbanding terbalik dengan kenaikan pendapatan pribadi saat ini.

“Itu lebih merupakan cerminan persepsi konsumen terhadap situasi keuangan mereka, bukan pada apa yang sebenarnya terjadi,” jelasnya.

Hasil survei menyebutkan, harapan kenaikan pendapatan rumah tangga pada tahun depan naik menjadi 2 persen bulan ini dari rata-rata 1,9 persen di tahun 2017.

Reformasi pajak secara spontan disebutkan oleh 34% dari seluruh responden; 70% dari mereka yang menyebutkan reformasi pajak menganggap dampaknya akan positif, dan 18% mengatakan akan negatif. Hubungan antara penilaian prospek masa depan dan pandangan reformasi perpajakan yang sebagian besar positif adalah karena ketidakpastian tentang dampak tertunda dari reformasi pajak pada konsumen. Beberapa ketidakpastian berkaitan dengan berapa banyak penurunan atau kenaikan.