Industri Perhiasan di India dan Cina, Pendongkrak Terbesar Harga Platinum

Harga komoditas platinum sejak awal tahun 2018 terlihat mendaki. Salah satu jenis logam mulia ini bergerak mendekati level saudaranya yaitu paladium, setelah sekitar empat bulan kesulitan untuk mengejar ketertinggalan.

Pergerakan harga platinum dan paladium sepanjang tahun bershio Anjing Tanah ini berbanding terbalik dari capaian pada tahun sebelumnya.

Melansir Bloomberg, pada 2017 lalu pamor platinum terguncang oleh turunnya popularitas kendaraan bermesin diesel di Eropa yang digunakan untuk mengurangi emisi berbahaya. Kinerja logam yang sekaligus juga dipakai untuk keperluan industri otomotif ini hanya mengalami pertumbuhan sekitar tiga persen sepanjang tahun lalu. Berbanding terbalik, harga paladium naik hingga 54,29 persen sepanjang 2017 lalu.

Analis PT Asia Tradepoint Futures, Andri Hardianto menuturkan, pergerakan harga platinum di sepanjang tahun 2018 akan cenderung stabil dibanding sebelumnya.

Pamor platinum sepanjang tahun ini akan semakin bersinar, lantaran terdapat banyak sentimen positif yang mampu berperan sebagai tenaga pendorong kenaikan harga. Andri menyatakan, potensi peningkatan kinerja platinum yang cemerlang sudah terlihat sejak awal tahun ini.

Baca juga: Paladium, Warga “Kelas Dua” yang Kian Mengilap

Hal tersebut terlihat dari indikator spread atau selisih harga keseimbangan antara paladium dan platinum, yang sudah mulai menyempit.

Jika 2017 lalu spread harga antara paladium dan platinum melebar karena harga paladium naik sedangkan tidak dengan platinum, maka di awal tahun ini terlihat harga paladium mulai melemah sementara platinum menguat. Menyempitnya selisih harga dua jenis logam mulia yang turut digunakan di sektor industri otomotif ini, tidak mengherankan.

Sebab, kata Andri, kenaikan harga paladium tahun lalu selain ditunjang oleh faktor fundamental berupa permintaan yang besar dari sektor otomotif, juga diwarnai oleh banyaknya aksi spekulasi. Sehingga, memasuki awal tahun 2018, pelaku pasar yang melakukan spekulasi terhadap harga paladium melakukan aksi profit taking alias ambil untung. Akibatnya, paladium pun mengalami penurunan harga.

Sementara itu, lanjut Andri, keunggulan kinerja platinum pada tahun ini ditunjang faktor fundamental berupa permintaan logam mulia yang secara siklus awal tahun memang mengalami kenaikan.

“Faktor fundamental ini terlihat dari sisi industri perhiasan, dengan permintaan platinum di Cina dan juga India mengalami kenaikan. Selain itu dibantu oleh adanya defisit pasokan atau produksi platinum di awal tahun, sehingga menaikkan pamor harga platinum,” kata Andri kepada wormtraders.com.

Karena itu, kinerja harga platinum di tahun 2018 ini turut menaruh harap pada pemulihan kondisi ekonomi global. Pemulihan kondisi ekonomi global diperkirakan akan mampu meningkatkan permintaan platinum dari sisi sektor industri perhiasan terutama di Cina dan India.

Sebab, platinum selain sebagai komoditas industri sektor otomotif, juga berfungsi sebagai hedging alias lindung nilai dan merupakan salah satu elemen safe haven seperti halnya emas.

“Pertumbuhan ekonomi Cina dan perkembangan industri manufakturnya juga mendorong kenaikan harga logam ini,” imbuh Andri.

Sementara itu, Andri memperkirakan permintaan platinum dari sisi industri otomotif di tahun ini akan mengalami penurunan. Meski terdapat wacana peralihan penggunaan platinum sebagai pengganti paladium untuk katalis konvertor, namun peralihan teknologi tersebut tidak semudah membalik telapak tangan.

Industri otomotif perlu menggelontorkan dana investasi yang cukup besar untuk peralihan teknologi tersebut. Oleh karena itu, Andri memperkirakan peralihan teknologi industri otomotif tersebut akan bersifat gradual atau bertahap.

“Karena kalau kita lihat ke depannya pergerakan harga paladium terus melemah, maka kemungkinan besar industri sektor otomotif justru akan tetap menggunakan paladium sebagai katalis konvertor. Jadi saya lihat untuk industri sektor otomotif, permintaan platinum semakin hari akan semakin berkurang,” ucap Andri.

Industri Perhiasan di India dan Cina, Pendongkrak Terbesar Harga Platinum

Lebih lanjut Andri mengungkapkan, kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserves (The Fed) yang memilih berhati-hati dalam menaikkan tingkat suku bunga acuan US Fed Fund Rate, turut menjadi ruang penguatan untuk harga platinum dan logam mulia secara keseluruhan.

Sebab, menurut Andri, pemerintah AS akan mempertimbangkan ancaman defisit anggaran federal dan fokus terhadap pendapatan fiskal akibat reformasi pajak.

Salah satu strategi pemerintah As untuk mencegah ancaman defisit yang lebih lebar adalah menggenjot kinerja ekspor.  Seperti diketahui bersama, kinerja ekspor bisa tumbuh jika mata uang dollar AS melemah dibanding mata uang negera lainnya.

“Jika kita melihat berbagai aspek tersebut, prospek harga platinum tahun 2018 akan lebih cerah ketimbang 2017. Ruang penguatan harga platinum di tahun ini memang lebih besar,” ujar Andri.

Di sisi lain, Andri mengungkapkan terdapat hal yang menjadi pemberat pergerakan harga platinum. Di sisi fundamental, terdapat kekhawatiran adanya over supply alias kelebihan pasokan dari produsen terbesar platinum di dunia yaitu Rusia.

Hanya saja, kekhawatiran ini dapat diredam oleh permintaan platinum yang cukup besar dari industri perhiasan di India dan Cina. Dengan demikian, kata Andri, akan terjadi rebalancing atau keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan barang dengan sendirinya.

“Dengan berbagai faktor tersebut, sampai dengan akhir tahun 2018 harga platinum bisa bergerak di atas level US$ 1.000 per ons troi. Jika diambil rata-rata harga selama satu tahun untuk platinum, kecenderungan berada rata-rata US$ 1.000 bahkan hingga menembus posisi US$ 1.200 per ons troi,” ungkap Andri.

Sementara itu, Andri memperkirakan pergerakan harga platinum pada Senin ini berada di kisaran US$ 992,00-US$ 1.002,00 per ons troi.

“Terdapat ruang untuk menembus level US$ 1.000 per ons troi, karena harga platinum sebelumnya juga sudah pernah dua kali menembus level psikologis US$ 1.000 per ons troi. Saya kira tidak lama lagi platinum akan rebound ke level US$ 1.000 per ons troi, dan bisa bertahan di level tersebut,” jelas Andri.