Inflasi Inti Amerika Serikat (AS) bulan Desember mencapai 0,3% , di luar perkiraan ditengah meningkatnya biaya perumahan. Kondisi ini memperkuat langkah The Federal Reserve (The Fed) untuk menaikan suku bunga acuan beberapa kali di tahun 2018.

Berdasarkan laporan Departemen Tenaga Kerja AS, inflasi inti diluar makanan dan energi inflasi inti bulan Desember mencapai 1,8% meningkat dari tahun sebelumnya 1,7%. Sedangkan inflasi bulanan mencapai 0,3% dibanding bulan sebelumnya sebesar 0,1%. Peningkatan inflasi bulan Desember ini diluar perkiraan analis dan tertinggi sepanjang 2017.

Inflasi AS Naik 0,3%, Beri Sinyal Naikkan Suku Bunga Acuan

 

Sementara itu, inflasi keseluruhan bulan Desember menunjukan kenaikan yang lebih kecil sesuai perkiraan analis, karena turunnya harga energi. Inflasi keseluruhan naik mencapai 0,1 persen.

Realisasi inflasi inti Desember ini juga memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan pada bulan Maret. Pasalnya data inflasi ini akan memperkuat langkah The Fed menaikan suku bunga. Seperti diketahui, inflasi inti oleh The Fed dianggap sebagai acuan untuk melihat kondisi ke depan karena mengecualikan kategori makanan dan energi yang mudah sekali berubah. The Fed saat ini mencoba untuk mengarahkan inflasi inti ke tingkat 2 persen.

Sementara itu laporan Departemen Perdagangan AS secara terpisah juga menyebutkan penjualan ritel mengalami kenaikan pada bulan Desember sebesar 0,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan data penjualan ritel bulan November naik 0,9 persen direvisi dari laporan sebelumnya naik 0,8%. Kondisi ini mengindikasikan musim liburan dan belanja yang kuat.

“Data konsisten dengan pandangan Fed terhadap inflasi, yaitu kelemahan pertumbuhan sebelumnya karena faktor sementara, kenaikan bulanan harga inti. “Ini sejalan dengan ekonomi yang beroperasi pada pekerjaan penuh.”, kata Lewis Alexander, kepala ekonom Nomura Securities International Inc. di New York, dikutip dari Blomberg News.

Menurutnya, data positif terbesar adalah revisi data ritel November, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal keempat mungkin lebih kuat dari perkiraan sebelumnya.

Seperti diketahui, peningkatan data penjualan ritel mencerminkan pertumbuhan aktivitas ekonomi yang kuat, sementara data penjualan yang lemah menandakan adanya penurunan aktivitas ekonomi.

Dalam laporan tersebut juga ditulis bahwa penjualan ritel inti, yang tidak termasuk penjualan mobil, meningkat 0,4% pada bulan Desember, sesuai dengan harapan konsensus. Penjualan naik 1,3% di bulan November, yang direvisi naik dari sebelumnya 1,0%.

Data penjualan inti sangat sesuai dengan cerminan pengeluaran konsumen dari laporan pertumbuhan ekonomi pemerintah. Di mana sektor belanja konsumen menyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar di AS, sekitar 70%.

Hal senada juga diungkapkan oleh Carl Riccadonna, ekonom Blomberg. Menurutnya data inflasi inti dapat memperkuat ekspektasi bahwa The Fed mampu membuat inflasi stabil dan peningkatan lapangan kerja.