Setiap Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) wajib memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) agar bisa terus mengoperasikan jalan tol. Sejak beberapa tahun terakhir, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai melakukan integrasi jalan tol dan juga penyesuaian tarif.

Baru-baru ini, Kementerian PUPR berencana melakukan Integrasi Sistem Transaksi Tol Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang diharapkan bisa mengefisiensikan waktu tempuh karena transaksi hanya dilakukan satu kali.

Sebelumnya pengguna ruas tol JORR melakukan dua-tiga kali transaksi untuk perjalanan lintas-seksi/ruas, karena tol JORR dikelola oleh Operator yang berbeda-beda, sehingga masing-masing ruas tol memiliki gerbang pembayaran.

Selain itu, dengan adanya integrasi sistem transaksi, Kementerian PUPR akan menghilangkan lima gerbang tol yaitu GT Meruya Utama, GT Meruya Utama 1, GT Semper Utama, GT Rorotan, dan GT Pondok Ranji sayap arah Bintaro sehingga kemacetan di tengah ruas tol diharapkan akan berkurang. Transaksi hanya akan dilakukan satu kali pada gerbang tol masuk (on-ramp payment).

Kedua, integrasi sistem akan menurunkan tarif tol JORR untuk kendaraan angkutan logistik golongan II, III, IV dan V sehingga dapat mendukung pembentukan sistem logistik nasional yang lebih efisien dan kompetitif.

Penyesuaian tarif tol diharapkan dapat menjawab kebutuhan  pelaku logistik dan mendorong truk/kontainer untuk memanfaatkan jalan tol sehingga akan mengurangi beban jalan arteri. Dengan demikian  jalan arteri akan senantiasa dalam kondisi mantap. Selain itu, juga akan mengurangi antrean lalu lintas jalan arteri yang padat seperti pada kawasan Tanjung Priok.

Seharusnya rencana integrasi ini dimulai sejak 20 Juni 2018, namun karena kurangnya sosialiasi dan berhembus kencangnya soal kenaikan tarif, Kementerian PUPR menunda integrasi ini.

“Ditunda karena banyak yang melihat ini hanya soal kenaikan tarif dan peningkatan pendapatan operator tol. Padahal, bukan hal itu,” jelas Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto.

Penerapan integrasi tarif tol ini sebelumnya telah ditunda sebanyak dua kali. Rencananya, tarif tol integrasi akan diberlakukan pada 13 Juni 2018, namun kembali ditunda pada 20 Juni 2018.

Meski belum tahu kapan akan diterapkan, namun dipastikan akan diterapkan sesegera mungkin sambil menunggu respon masyarakat setelah penjelasan diterima dengan utuh oleh masyarakat.

Adapun, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Tri Saputra Zuna mengatakan penghitungan tarif tol tersebut dilakukan didasarkan pada perhitungan matang berdasarkan sistem terbuka. Sistem ini mendasarkan pada satu kali transaksi ketika masuk tol dengan asumsi pengguna bisa keluar di mana saja dengan tarif yang sama.

“Dengan sistem ini akan ada subsidi bagi pengguna tol. Sementara itu, penerima manfaat tol terbesar adalah pengguna dengan panjang perjalanan minimal 17,6 kilometer atau lebih,” ungkap Herry.

Sementara operator jalan tol pelat merah, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, mengklaim bahwa dengan kebijakan integrasi tol bisa memberikan manfaat kepada 61 persen kendaraan pengguna tol. Sedangkan sebanyak 38 persen pengguna bakal membayar tarif lebih mahal dan sebanyak 1 persen akan membayar tetap.

Sebelumnya, jika penerapan integrasi dilakukan, tarif baru akan berlaku untuk empat ruas dan sembilan seksi tol JORR dengan panjang keseluruhan 76,43 km yang terdiri dari : Seksi W1 (Penjaringan-Kebon Jeruk), Seksi W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami), Seksi W2 Selatan (Ulujami-Pondok Pinang), Seksi S (Pondok Pinang-Taman Mini), Seksi E1 (Taman Mini-Cikunir), Seksi E2 (Cikunir-Cakung), Seksi E3 (Cakung-Rorotan), Jalan Tol Akses Tanjung Priok Seksi E-1, E-2, E-2A, NS (Rorotan-Kebon Bawang), dan Jalan Tol Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami.

Herry mengatakan dengan sistem tersebut Kementerian bersama dengan pengelola perlu terlebih dahulu mencari rata-rata jarak tempuh perjalanan kendaraan yang masuk ke tol. Sedangkan rata-rata diperoleh dengan mencari hasil bagi dari panjang perjalanan rata-rata (average trip length) dengan jumlah kendaraan yang melewati jalan tol tersebut.