Isu Dana Tunai Dorong Kenaikan Harga Saham Apple

Apple Inc. pada hari Kamis (1/1) waktu setempat memberikan perkiraan pendapatan yang mengecewakan untuk tiga bulan pertama tahun 2018. Penjualan iPhone selama kuartal liburan meleset dari estimasi pasar, memperdalam kekhawatiran pelemahan permanen akan antusiasme terhadap produk unggulan Apple itu, sejak puncaknya pada 2015.

Namun, pengungkapan perusahaan yang berencana untuk menarik dana tunai sedikitnya US$ 163 miliar, yang berpotensi mengembalikan uangnya kepada pemegang saham, mampu mendorong kenaikan saham Apple sebesar 3,3 persen menjadi US$ 173,48 pada perdagangan after-the-bell kemarin. Pasar nampaknya juga menyambut prospek pendapatan tanpa peringatan.

“Seiring waktu, kami mencoba menargetkan struktur modal bersih mencapai netral. Kami akan memiliki tingkat kas dan utang yang hampir seimbang di neraca keuangan, “kata Chief Financial Officer Apple, Luca Maestri, kepada Reuters dalam suatu wawancara.

“Kami akan menurunkan saldo itu dari US$ 163 miliar menjadi nol,” ujarnya lagi, mengacu pada tingkat diskonto bersih Apple saat ini.

Baca juga: Terbebani Saham Apple, Wall Street Melemah

Kendati demikian, dia tidak menjelaskan apakah penarikan dana nantinya akan dialokasikan untuk pengembalian modal kepada pemegang saham, belanja modal atau akuisisi.

Rencana penarikan dana tunai tersebut lantas disebut “kejutan yang menyenangkan,” Brian Colello, seorang analis di Morningstar Inc, mengatakan, “Ini bertentangan dengan struktur modal historis Apple yang konservatif.”

Trip Miller, managing partner di Gullane Capital Partners dan seorang investor Apple, mengatakan bahwa langkah menyeimbangkan neraca keuangan adalah kabar baik. “Mari kita hadapi, uang tunai ini tidak melakukan apapun untuk kita selama enam tahun terakhir,” katanya.

 

Apple memperkirakan pendapatan sebesar US$ 60 miliar sampai US$ 62 miliar, dengan margin kotor antara 38 persen dan 38,5 persen pada kuartal pertama tahun fiskal yang berakhir pada bulan Maret 2018. Penjualan Apple diprediksi bisa mencapai US$ 65,7 miliar dan marjin kotor 38,9 persen untuk kuartal Maret, menurut Thomson Reuters , meskipun ada beberapa analis memperkirakan penjualan Apple bisa mencapai level terendah US$ 60 miliar. Hal itu kemudian membawa saham perusahaan ke level terendah sejak November dalam beberapa pekan terakhir.

Isu Dana Tunai Dorong Kenaikan Harga Saham Apple

Analis Keuangan Peter Karazeris mengatakan perkiraan pendapatan rendah telah diprediksi sebelumnya oleh banyak analis dan investor menyusul serangkaian “laporan yang bisa dipercaya” bahwa Apple telah memotong pesanan komponen.

“Saya senang kami mendapat kabar buruk yang diharapkan dipandu ke bursa. Itu mungkin sedikit overbaked, ” katanya. “Sekarang kami berfokus pada metrik yang benar-benar penting seperti generasi cash-free dan keuntungan pemegang saham.”

Titik terang di kuartal pertama fiskal yang berakhir 30 Desember termasuk harga jual rata-rata untuk iPhone yang lebih ekspektasi pasar, didorong oleh permintaan akan model baru seperti iPhone X.

Analis mengatakan kenaikan harga jual iPhone sebagai salah satu faktor yang akan membantu Apple meningkatkan pendapatan, meski penjualan unit stagnan.