Janet Yellen Menutup Hari dengan Baik

Pekan ini Janet Yellen akan mengakhiri empat tahun masa kepemimpinan di Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed). Ia menutup semuanya dengan baik. Yellen, gubernur perempuan pertama The Fed, berhasil menghalau kecemasan banyak orang pada hari pengangkatannya.

Mengawali kepemimpinan di The Fed, Yellen mengubah arah kebijakan dengan menaikkan suku bunga yang sudah hampir sembilan tahun pada level nol. Saat itu, investor memperkirakan kebijakan Yellen akan bertahan lama. Pada Desember 2015, untuk pertama kalinya Yellen ternyata menaikkan suku bunga. Sepanjang masa jabatannya, Yellen sudah lima kali menaikkan suku bungga hingga ke posisi 2,14 persen dari sebelumnya 0,34 persen pada masa Ben Bernanke.

Harus diakui, pasar tidak langsung merespons positif kebijakan Yellen. Namun, perlahan tapi pasti, dampak kebijakan terlihat melalui penguatan di pasar keuangan AS. Melalui kebijakan penaikan suku bunga yang diambil Yellen, pasar menilai ekonomi AS mulai pulih dan mengarah ke stabil, sehingga investor mulai mencari keuntungan dengan melirik kembali Negeri Paman Sam. Neraca The Fed menyusut, volatilitas pasar menurun dan saham melonjak.

Kini pasar sudah meninggalkan kepercayaan suku bunga rendah seperti saat krisis. Bahkan pasar optimistis di masa kepemimpinan Jerome Powell, The Fed masih akan menerapkan suku bunga tinggi.

Scott Kimball, direktur dan manajer portofolio di BMO Global Asset Management melihat isyarat halus yang disampaikan oleh Yellen, bahwa mereka akan terus menekan menaikkan suku bunga.

John Vail, kepala strategi global Nikko Asset Management mengatakan perubahan arah pernyataan The Fed, menunjukkan pengakuan The Fed terhadap pertumbuhan yang lebih kuat, juga keyakinan inflasi akan sesuai target 2 persen. Optimisme The Fed juga didorong kebijakan pemotongan pajak.

Pasar menikmati banyak keuntungan selama Yellen menjabat. Contohnya indeks saham S&P 500. S&P naik 62% atau 76 persen dari total return termasuk deviden.

Indeks saham Nasdaq 100 naik 97 persen dan pasar saham berkembang melonjak, dengan Merval Argentina melompat hampir lima kali dan Bovespa Brasil naik 80 persen. Dow Jones Industrial Average naik 67 persen dan S&P 500 menguat 59 persen.

Pasar obligasi juga menunjukkan kinerja yang baik. Imbal hasil untuk tenor 10 tahun baru-baru ini naik di atas level 2,744 persen dari tahun 2014 sebesar 2,66 persen.

Satu hal yang belum dicapai Yellen adalah target inflasi 2 persen, meski arah ke angka tersebut tetap ada.

Janet Yellen Menutup Hari dengan Baik

Pasar Asia Membaik

Pasar Jepang, Korea Selatan dan Australia pada perdagangan awal Februari menguat setelah tiga hari sebelumnya terjadi aksi jual. Ini menandakan pasar cukup optimistis dengan perkembangan ekonomi dan peningkatan pendapatan perusahaan.

Sementara itu, harga minyak membaik setelah terjadi penurunan beberapa hari ini karena produksi melonjak di atas 10 juta barel per hari untuk pertama kali dalam empat dekade. Emas naik tipis dan bitcoin diperdagangkan sekitar US$ 10.000.

Pasar uang juga tidak mau tertinggal. Nilai tukar dolar AS mulai mengalami penguatan terbatas. Shin Kadota, ahli strategi senior Barclays di Tokyo menilai respons terbatas pada dolar karena pernyataan Yellen sudah diekspektasi sejak awal. Namun dolar masih berpeluang menguat lebih lanjut, jika didorong data-data lain seperti  indeks ISM manufaktur yang akan keluar Kamis waktu setempat.

Dolar stabil pada level 109.170 terhadap yen, setelah turun 0,4 persen semalam.

Terhadap uero, nilai tukar dolar sedikit melemah menjadi US$ 1,2419, setelah sebelumnya US$ 1,2475 .