Karyawan Apple Sering Menabrak Kaca Kantor

Dengan kaca-kaca di seluruh dinding, kantor pusat Apple Inc. mirip kapal UFO yang baru mendarat. Eklektik, memang. Namun, karyawan ternyata kerap mengeluh karena terus menabrak kaca pembatas dan pintu ruangan.

Kantor baru Apple ini terletak di Cupertino, California, Amerika Serikat (AS). Desainnya cukup unik; tampak dari bentuknya yang seperti cincin. Mirip kapal antariksa.

Kaca setinggi 45 inci menjadi dindingnya, mengelilingi seantero gedung. Tujuan awal penempatan kaca agar karyawan dapat berkolaborasi satu sama lain. Seakan-akan tiada pembatas.

Sayangnya, banyak karyawan yang malah sering menabrak kaca karena tidak menyadari keberadaan konstruksinya. Ditambah lagi, karyawan sering terfokus menatap layar iPhone meski sedang berjalan.

Karyawan Apple Sering Menabrak Kaca Kantor

Untuk mengurangi insiden serupa, beberapa karyawan lalu menempelkan kertas-kertas post-it. Lama-kelamaan, lembaran post-it yang dianggap mengganggu estetika gedung akhirnya dicabut.

Menurut, sumber yang mengetahui situasi kantor Apple, tanda khusus dibubuhkan pada kaca untuk mengindentifikasi konstruksinya. Semacam, “Ini lho, ada kaca di sini.”

Baca juga: Apple Berhasrat Menguasai Bisnis Kesehatan

Insiden seperti ini nyatanya bukan pertama terjadi pada gedung Apple. Pada akhir 2011, Evelyn Paswall, nenek berusia 83 tahun, menabrak dinding kaca di sebuah toko Apple hingga hidungnya patah. Dia mengguggat perusahaan tersebut dan mendesak Apple memasang tanda peringatan. Tuntutan berakhir pada awal 2013 tanpa denda sepeser pun untuk Apple.

Gedung yang diarsiteki Norman Foster ini menuai banyak pujian karena keajaibannya. Bangunan baru Apple merupakan gambaran visi dari pendiri Apple, Steve Jobs, yang menginginkan bangunan mirip pesawat antariksa, serta ruang kantor terbuka guna memperkuat interaksi antarkaryawan.

https://forum.wormtraders.com/index.php?login/login

Jonathan Ive atau biasa disapa Jony Ive, kepala desain Apple yang juga mendapat mandat bertanggung jawab terhadap pembangunan gedung tersebut mengatakan, prestasi terbesar dari kantor baru Apple bukanlah kaca besar yang berdiri kokoh di setiap konstruksinya. Lebih dari itu, lantaran begitu banyak orang akhirnya terhubung dalam gedung tersebut.

Kantor yang berdiri di atas lahan sebesar 708 hektare ini menghabiskan dana pembangunan sekitar US$ 2 miliar. Listriknya bersumber dari energi terbarukan dengan sistem panel surya yang berada di seluruh atap gedung.