Kenali Indikator Crossovers MACD untuk Meraih Profit

 Trader binary options pasti kenal yang namanya indikator moving average convergence/divergence (MACD). Pasalnya, indikator ini lazim digunakan pada trading jangka pendek. Bahkan, menjadi tools teknikal yang sangat populer untuk mendulang profit pada trading binary options.

Agar metode MACD membuka peluang untuk meraih profit tentu harus mengenali atau menafsirkan berbagai garis atau grafik yang ditunjukkan oleh MACD dengan benar. Langkah pertama adalah dengan melihat garis pada grafik yang digunakan oleh indikator MACD.

“Garis MACD dibuat dengan menggabungkan dua moving average yang berbeda dan menciptakan garis pada grafik. Kisarannya akan bervariasi dan dianggap sebagai ukuran momentum. Ketika kedua garis sinyal berlangsung pada grafik MACD, potensi terjadinya crossover pun terbuka,” papar Wahyu U.K. Notodiputro, pakar trading sekaligus founder Wormtraders Forum.

 

Crossovers Membentuk Gerak Bullish dan Bearish

Tepatnya, titik crossover terbentuk saat garis MACD dan garis sinyal melintas pada jalur sama. Ada dua jenis crossover, yakni bullish dan bearish.

Saat garis MACD melintasi garis sinyal yang dimulai di bawahnya dan berakhir di atasnya, ini adalah pergerakan bullish. Pada momentum ini, harga bergerak ke atas. Sebaliknya, jika garis dimulai di atas dan berakhir di bawah, ini adalah pergerakan bearish. Sekaligus menjadi penanda jika harga bergerak ke bawah. Saat sinyal bullish, pilih opsi Call. Sedangkan saat bearish sebaiknya pilih opsi Put.

Kenali Indikator Crossovers MACD untuk Meraih Profit

Catatan lainnya, semakin pendek rentang waktu yang ditetapkan, semakin pendek pula Anda akan menyimak dua perbedaan moving average. Biasanya, para trader memilih 12 dan 26 hari moving average eksponensial. Sementara garis sinyal yang layak dicermati adalah dalam jangka sembilan hari. Tentunya pilihan-pilihan ini bisa diubah sesuai kebutuhan.

“Pilihan-pilihan yang cukup rumit. Oleh sebab itu, perlu waktu untuk berlatih sebelum benar-benar masuk pada real time trading,” tandas U.K. (baca : Yuuke), panggilan akrab untuk Wahyu.

 

MACD dengan Metode Candlestick Charting

Grafik candlestick adalah metode atau tools chart paling efektif dalam strategi MACD crossovers. Oleh karena itu Anda harus memastikan jika paket charting Anda memiliki peranti yang mendasar ini.

Dengan metodologi candlestick, Anda bisa lebih mudah memvisualisasikan apa yang Anda lakukan pada aset secara real time. Ingat, grafik candlestick di atas MACD dan garis sinyal akan memberi Anda berbagai info. Setelah Anda terbiasa dengan sinyal candlestick yang berbeda, Anda akan bisa memastikan apakah aktivitas trading berjalan dengan baik atau tidak.

Yang pasti, strategi trading MACD crossover bisa digunakan untuk semua kelas aset. Hanya saja, jika Anda ingin menetapkan opsi harga dan momentum, Anda harus menggabungkannya dengan pemantauan harga pada grafik candlestick.

Kendati telah cukup terbukti sebagai tools yang kuat, namun MACD menjadi tidak efektif jika tidak disesuaikan dengan kerangka waktu yang pas. Oleh sebab itu, Anda harus cermat dalam menentukan opsi rentang waktu dengan metodologi MACD ini.

Nah, untuk mengenali lebih dekat tentang metodologi MACD berikut indikator crossover, Anda bisa bergabung dengan Wormtraders Forum untuk mendiskusikannya. Caranya gampang, klik banner bertulis JOIN NOW di atas untuk bergabung dengan Wormtarders Forum dan siap menimba ilmu, sharing, dan mengikuti berbagai info terkait trading binary options. Selanjutnya, segera masuk pada aktivitas trading sesungguhnya dan raih profit sebanyak-banyaknya.