Kenali Risiko Investasi Penawaran Saham Kedua

Penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) adalah sesuatu yang lazim dan sudah diketahui secara umum. Namun, bagaimana dengan secondary offering atau penawaran saham kedua untuk saham yang sama? Ada baiknya mengenali segala risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Sering momentum IPO begitu ditunggu oleh para pemain saham. Para trader berharap peruntungan bagus dengan belanja saham emiten yang baru pertama kali melantai di bursa. Hanya saja, para trader binary options umumnya tidak banyak terlibat pada momentum IPO.

Wajar, karena saham-saham IPO biasanya untuk konsumsi para trader yang memilih perdagangan saham jangka panjang. Sedangkan trading binary options adalah aktivitas trading berjangka pendek, bahkan sangat pendek.

Selain itu, alternatif mencari dana segar dengan melepas saham biasanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki nama besar. Itulah sebabnya para trader binary options tidak mau terlalu banyak berspekulasi di dalamnya. Lantas, bagaimana dengan secondary offering atau saham yang diluncurkan kembali untuk yang kedua kali?

Kenali Risiko Investasi Penawaran Saham Kedua 

Kenali Secondary Offering

Penawaran saham sekunder atau secondary offering adalah ketika perusahaan merilis saham baru dari sahamnya setelah IPO. Para broker binary options biasanya tidak mau berpartisipasi pada saham-saham IPO. Sebab, broker binary options lebih suka menawarkan saham dari perusahaan-perusahaan yang telah memiliki nama.

Nah, mengapa kemudian broker binary options kadang ‘membuka pintu’ untuk secondary offering? Karena umumnya, aksi penawaran saham kedua ini sering dilakukan oleh perusahaan yang sudah memiliki nama.

“Saat momentum secondary offering dilakukan dan Anda cerdik membaca situasi, ada banyak peluang untuk menghasilkan profit trading pada binary options,” ungkap Wahyu U.K. Notodiputro, pakar trading sekaligus founder Wormtraders Forum.

Yang paling pertama harus diketahui dari secondary offering adalah mencermati indikator fundamental jangka pendek, bukan indikator teknis seperti kebanyakan strategi yang dikembangkan oleh trading binary options. Artinya, pergerakan harga yang dibuat atau opsi harga yang dipilih harus berangkat dari indikator fundamental ini.

Menurutnya, trader harus cermat menelisik alasan perusahaan merilis saham untuk yang kedua kali. Ambil contoh, sebuah perusahaan memiliki 10 juta saham dan kemudian menawarkan 5 juta saham lebih banyak ke publik sebagai secondary offering.

 

Perhatikan Jumlah, Bukan Nilai

Pertanyaan besar yang harus ditanamkan pada setiap trader terkait secondary offering adalah mengapa perusahaan memutuskan meluncurkan penawaran saham kedua? Tidak ada batasan soal nilai harga saham. Bahkan bisa setinggi-tingginya. Lantas, mengapa sebuah perusahaan melakukan aksi korporasi tersebut?

Atau, mengapa perusahaan tidak memilih stock split ketimbang secondary offering? Perusahaan bisa saja menurunkan harga saham menjadi setengahnya sehingga jumlah saham yang beredar menjadi dua kali lipatnya. Sebab, secondary offering toh juga hanya meningkatkan jumlah saham untuk publik, bukan nilainya.

Dengan kata lain, nilai perusahaan tidak berubah kendati jumlah saham yang diluncurkan lebih banyak. Yang berubah hanyalah harga saham, menjadi lebih murah atau harga saham menjadi turun.

Hanya saja, terlalu sederhana juga jika mengharapkan harga jatuh. Sebab, kendati harga turun belum tentu juga harga saham akan jatuh sepanjang hari. Tetap, harus cerdik menyikapi dan menganalisa mengapa sebuah perusahaan memutuskan secondary offering.

“Karena terlalu banyak teka-teki inilah yang membuat broker binary options enggan ambil bagian pada kasus-kasus secondary offering. Jika trader binary options ingin menangguk profit dari kasus ini berarti harus mencari broker yang membuka kesempatan ini. Hanya saja, sebelum mengambil pilihan tersebut, sebaiknya kenali betul risiko yang ada,” papar U.K. (baca : Yuuke), panggilan akrab Wahyu yang sudah empat tahun lebih malang melintang di dunia trading.

Meskipun tidak selalu terjadi, namun secondary offering bisa diartikan sebagai penurunan harga yang berkepanjangan bagi perusahaan. Nah, jika Anda ingin mengetahui lebih dalam terkait strategi dan analisa yang dibutuhkan sebelum berinvestasi pada saham jenis ini, ayo bergabung dengan Wormtraders Forum. U.K. dan beberapa anggota forum lainnya siap berbagi pengalaman tentang trading. Terutama, trading binary options.

Caranya gampang, klik banner bertulis JOIN NOW di atas untuk bergabung dengan Wormtarders Forum yang akan berbagi ilmu lebih dalam tentang trading binary options. Selanjutnya, segera masuk pada aktivitas trading sesungguhnya dan jadilah orang yang mampu mengoptimalkan strategi dan analisa investasi berbuah profit.