Kesepakatan Pesawat Militer NATO Mampu Menekan Kerugian Airbus

Airbus mengumumkan kemungkinan menarik pesawat militer A400M yang bermasalah. Pada saat yang sama, Airbus mengungkap kesepakatan baru dengan tujuh negara pembeli yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) itu.

Kesepakatan mencakup pembenahan jadwal pengiriman pesawat dan persyaratan kontrak. Perjanjian dengan NATO diprediksi bakal mengurangi tekanan kinerja keuangan Airbus.

Airbus menerima penghapusan nilai piutang (writedown) sebesar 1,2 miliar euro tahun lalu setelah pesawat militer A400M–yang dipesan oleh Belgia, Inggris, Prancis, Jerman, Luksemburg, Spanyol dan Turki, mengalami masalah gearbox pada mesin, juga penundaan dalam kemampuan memasang parasut.

Airbus mengatakan peningkatan ketentuan kontrak ganti rugi dalam program tersebut kemungkinan akan berdampak pada material manufaktur tersebut. “Namun, dengan peta jalan yang jelas, eksposur keuangan yang tersisa akan menjadi lebih terbatas,” katanya.

Airbus mendesak tujuh negara NATO tersebut untuk membatasi pemaparan terkait denda dan penundaan pembayaran, demikian pernyataan perusahaan mengonfirmasi berita Reuters mengenai penundaan kesepakatan.

Disebutkan bahwa pembeli telah sepakat untuk mengerjakan sejumlah perubahan kontrak, termasuk rencana pengiriman yang diubah dan peta jalan baru untuk pengembangan dan penyelesaian kemampuan militer untuk A400M.

Kesepakatan Pesawat Militer NATO Mampu Menekan Kerugian Airbus

“Kesepakatan dengan pelanggan kami menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko yang tersisa pada program A400M,” ujar Chief Executive Officer Airbus Tom Enders dalam pernyataan resminya.

Dia mengatakan bahwa program tersebut cukup mengganggu sejak diresmikan pada tahun 2003. Beberapa masalah terkait operasional, pengaturan kontrak yang cacat dan anggaran yang tidak mencukupi akhirnya mengakibatkan kerugian yang signifikan bagi perusahaan.

“Kami memiliki kesempatan bagus untuk berhenti atau setidaknya mengurangi kerugian sekarang, sekaligus memberikan kemampuan yang dibutuhkan pelanggan kami,” katanya.

Airbus tahun lalu menyebutkan “kerugian besar” pada proyek tersebut dan memperingatkan “risiko signifikan” ke depan. Program ini awalnya bernilai 20 miliar euro, tetapi biayanya telah membengkak menjadi lebih dari 30 miliar, menurut sumber Reuters tahun lalu.

Pada prinsipnya, pembeli NATO sepakat mengubah jadwal pengiriman dan persyaratan untuk pesawat selama pertemuan di London. Kesepakatan itu selesai dalam beberapa hari ini.

Negara pembeli telah memberikan pesan singkat mengenai kesepakatan tersebut, dan mengatakan pertemuan Senin termasuk “produktif”.

“Diskusi difokuskan pada kemajuan dan langkah selanjutnya pada program A400M yang telah memberikan banyak kemampuan operasional awal kepada beberapa mitra Angkatan Udara,” kata juru bicara kementerian Jerman.

Kini, kata juru bicara itu kembali, ada beberapa rincian yang masih harus diselesaikan.