Kinerja Keuangan Citigroup Lampaui Prediksi analisCitigroup membukukan pendapatan sebesar US$ 17,3 miliar sepanjang 2017, sejalan dengan ekspektasi sejumlah kalangan analis. Hal itu lantas menjadikan saham Citigroup naik 1,4% pada pembukaan perdagangan Selasa.

Salah satu perusahaan perbankan terbesar asal Amerika Serikat (AS), Citigroup Inc pada Selasa (16/1) waktu setempat melaporkan pencapaian kinerja keuangan kuartal IV 2017. Kinerja tersebut dikabarkan telah melebihi ekspektasi Wallstreet, di mana pendapatan bisnis consumer semula diprediksi bakal lebih rendah dibandingkan dengan pendapatan dari perdagangan obligasi dan mata uang. Hal itu lantas menjadikan saham Citigroup naik 1,4% pada pembukaan perdagangan Selasa.

Dalam keterangannya, Citigroup membukukan pendapatan sebesar US$ 17,3 miliar sepanjang 2017, sejalan dengan ekspektasi sejumlah kalangan analis. Selain itu juga dapat meraih laba per saham yang tercatat sebesar US$ 1,28 per saham, yang tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan estimasi sejumlah analis yang sebelumnya berada di kisaran US$ 1,19.

Kinerja Keuangan Citigroup Lampaui Prediksi analis

Beberapa analis juga memberi catatan pada hari Selasa pagi yang menempatkan EPS bank mendekati US$ 1,20, di luar laba di luar pajak.

Citigroup juga mengambil satu kali biaya noncash sekitar US$ 22 miliar untuk kuartal ini. Perusahaan juga mengatakan bahwa sekitarUS$ 19 miliar dari biaya yang dikenakan merupakan penghitungan ulang nilai aset pajak, sebagai dampak dari kebijakan pemotongan pajak perusahaan. Adapun dana sekitar US$ 3 miliar yang didapat perusahaan merupakan keuntungan yang didapat di luar negeri.

Bank dengan sumber daya terbesar keempat di AS itu mengatakan bahwa mereka mengharapkan keuntungan di kuartal mendatang dari undang-undang pajak yang baru. Bulan lalu, Presiden Donald Trump menandatangani sebuah RUU yang memangkas tarif pajak perusahaan menjadi 21% dari sebelumnya 35%.

Kinerja Keuangan Citigroup Lampaui Prediksi analis

Undang-undang baru ini diharapkan mampu memberi dampak positif jangka panjang bagi sebagian besar perusahaan. Beberapa perusahaan beranggapan bahwa mereka harus mengambil satu kali biaya karena tarif yang lebih rendah mampu mengurangi nilai aset pajak tangguhan mereka.

Perusahaan-perusahaan ini pada awalnya mencatat pajak tangguhan mereka pada tingkat aset yang lebih lama dan lebih tinggi, sehingga pemotongan pajak membuat aset tersebut kurang bernilai.

Bisnis Perbankan Konsumen Global, yang mencakup perbankan ritel dan kartu kredit, naik 5,6 persen dan menyumbang hampir setengah dari total pendapatan.

Adapun Bank of America Corp, bank pemberi pinjaman terbesar kedua di AS, dan rumah investasi perbankan Goldman Sachs Group Inc diperkirakan akan melaporkan hasil kinerja keuangan per kuartal ke empat 2017 pada hari Rabu (17/1).