Generasi Milenial banyak mencoba peruntungan sebagai pebisnis. Sayangnya, hanya sedikit yang terbilang sukses dan tekun mengembangkan bisnis. Salah satu sebab adalah kurang inovatif dan akhirnya tergerus tren yang sangat mudah terganti. Namun tidak dengan Sri Nurhilmi yang sukses menjadi pelopor bisnis laundry koin.

Perempuan muda yang akrab disapa Ii ini memutuskan berbisnis pada bidang yang belum umum. Berani mengambil risiko dan tidak mengikuti tren.

Bisnis ini bisa dibilang tak lekang oleh waktu, yaitu laundry koin. Dengan brand Rama Laundromat, dia yakin bisa menginspirasi Kaum Milenial untuk berbisnis laundry koin.

“Bisnis laundry bukan bisnis musiman dan ini merupakan salah satu usaha di bidang jasa yang semakin menjamur. Tidak hanya di perkotaan, namun juga sudah merambah ke kampung dan pedesaan, kini. Karena semakin padatnya aktivitas manusia, sehingga memerlukan jasa cuci pakaian,” paparnya pada Wormtraders. 

Perempuan berhijab ini memilih laundry koin yang terbilang masih belum umum di Indonesia. Terutama di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Diyakini bisnis ini akan terus berkembang, karena  kebutuhan akan laundry di kalangan masyarakat sekarang ini sangat tinggi.

“Semakin tingginya tingkat populasi dan sedikitnya ruang untuk menjemur pakaian serta aktivitas lain yang menguras banyak waktu, menjadikan bisnis ini semakin berkembang,” katanya.

Bisnis ini sangat cocok di era milenial. Kesibukan yang padat serta beban kerja yang makin tinggi membuat waktu demikian penting bagi pekerja. Mencuci pakaian pun menjadi persoalan tersendiri. Makin dibutuhkan proses mencuci pakaian dalam rentang waktu yang kian singkat. Apalagi, ditambah proses jemur dan setrika yang sangat menguras energi.

“Generasi Milenial ini adalah generasi yang cepat, sibuk, serba gadget, dan simpel. Karena itu, bisnis ini sangat cocok untuk generasi ini,” paparnya.

Mengapa Laundry Koin?

Laundry koin menjadikan pelanggan mandiri dan tak perlu khawatir akan pakaian yang tertukar dengan pelanggan lain. Sebab, laundry koin menerapkan sistem pencucian satu mesin satu pelanggan. Laundry koin juga dapat memangkas waktu mencuci dan pekerjaan laundry. Hanya butuh waktu dua jam untuk mencuci enam kilogram (kg) cucian hingga kering.

Mengenai modal, ungkap Ii, usaha laundry pertamanya yang berada di Apartemen Taman Melati, Depok, ini membutuhkan modal sekitar Rp 700 juta. Dengan jumlah pegawai tidak terlalu banyak yang dibagi dalam dua shift.

Alhasil, bisnis laundry koin yang dimulai sejak 2013 ini sudah memiliki lima cabang. Antara lain di D’ Mall Depok, Setia Budi Kuningan, dan BSD. Baru mengoperasikannya tak lebih dua tahun, Ii sudah menerima banyak permintaan kerjasama. Akhirnya dibuatlah franchise dan kini telah memiliki lima franchise.

“Sistem franchise di Rama Laundromat ini tidak sepenuhnya franchise. Kami menamakannya bagi hasil, karena tidak ada biaya untuk franchise melainkan hanya biaya untuk marketing dan promosi. Modal buka usaha ini bervariasi, dilihat dari unit mesin yang diambil, mulai dari Rp 300 juta ke atas,” ujarnya.

Diperkirakan modal ini akan kembali sekitar dua sampai tiga tahun. “Dalam sehari ada sekitar 60 load atau sekali cuci dan sewa mesin. Kalau bulan puasa seperti ini bisa naik hingga 80 persen. Dengan harga per load Rp 40 ribu atau tambah Rp 10 ribu jika tidak ingin mencuci sendiri.

Jika dibandingkan antara laundry koin dengan kiloan, pada dasarnya kedua jenis laundry ini memiliki segmen pasar yang berbeda. Karena itulah Ii tidak pernah khawatir dengan semakin menjamurnya laundry kiloan.

“Pelanggan dari masing-masing jenis laundry ini banyak dan dari segmen pasar yang berbeda. Jadi ketika membawa pakaian kotor, calon pelanggan akan memilih sendiri tergantung dari kemampuan keuangan dari calon pelanggan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Ii yakin perkembangannya semakin bagus. Apalagi saat musim tertentu seperti Lebaran, Natal, dan hari besar lainnya. Biasanya, pada hari-hari tertentu tersebut terjadi peningkatan cukup signifikan.

“Semakin banyak orang sibuk, baik oleh pekerjaan atau kongkow dengan teman-teman. Begitu pun dengan mereka yang tinggal di apartemen tanpa ada ruang menjemur pakaian, maka perkembangan akan lebih baik,” ujarnya.

Meski begitu, dia terus mempromosikan usahanya. “Kami akan terus membenahi layanan dan kualitas yang baik. Saat ini, Rama Laundromat akan bekerja sama dengan ojek online yang masuk menjadi aplikasi pilihan masyarakat jika ingin mencuci pakaian. Kami sudah MoU, semoga lancar,” ungkapnya.

Sri Nurhilmi, Menginspirasi Milenial Lewat Laundry Koin

Laundry Menengah ke Atas

Rama Laundromat  adalah pelopor laundry koin di Indonesia, khususnya Jakarta dan sekitarnya. Laundromat adalah layanan laundry koin yang mampu memberikan layanan cuci, kering, lipat. Jauh berbeda dengan layanan yang diberikan oleh laundry konvensional pada umumnya.

Keunggulan ini menjadikan Laundromat sebagai tren bisnis laundry masa depan. Rama Laundromat telah berhasil menggabungkan layanan laundry koin dan layanan laundry premium menjadi layanan “multi service”. Tak pelak, bisnis ini semakin diminati banyak segmen.

Yang istimewa lagi, kendati masuk ranah bisnis di bidang jasa, semua pekerjaan dilakukan oleh konsumen sendiri (self service). Di Indonesia tren modern dalam dunia jasa laundry ini sepertinya akan kian populer. Lebih praktis karena tidak membutuhkan waktu berhari-hari seperti menggunakan jasa cuci pakaian sebelumnya atau biasa disebut laundry kiloan.

Saat proses pencucian berlangsung, bisa disambi melakukan kegiatan lain. Dengan begitu, sangat terbuka peluang untuk menjalankan usaha laundry koin sembari membuka bisnis lain seperti kafe.

Perbedaan konsep yang ditawarkan itulah yang menjadikan laundry koin ini menjadi sesuatu yang baru. Dengan kata lain, sangat terbuka ceruk pasar untuk membuka bisnis lainnya sembari menekuni bisnis laundry koin. Nah, Anda ingin mengikuti jejak Sri Nurhilmi?