Mantan Pekerja Facebook-Google Ingatkan Efek Buruk Ponsel

Sekelompok ahli teknologi yang dulu bekerja di Facebook, Inc. dan Google Inc. membentuk suatu organisasi. Dari suara-suara mereka, suatu peringatan menggema di pelbagai negara sedunia. Yang mengejutkan, peringatan yang telah luas menjalar itu ternyata terkait dengan apa yang pernah mereka tekuni. Tentang ponsel, juga efek buruknya terhadap kehidupan manusia.

Organisasi itu dinamai Center for Humane Technology.

Tristan Harris, kepala Center for Humane Technology, mantan ahli etika Google menjelaskan latar belakang berdirinya Center of Humane Technology. Salah satunya adalah efek buruk ponsel dan media sosial terhadap depresiasi otak pada anak.

Pada proyek pertama, mereka melakukan kampanye ke 55.000 sekolah umum, melalui kerja sama dengan kelompok pengawas media Common Sense Media. Bentuk kampaye akan meniru model kampanye antirokok.

Baca juga: Apakah Larangan Iklan Bitcoin Berlaku untuk Facebook Indonesia?

Tak berhenti di situ, mereka akan melobi regulator Amerika Serikat untuk membuat undang-undang tentang dampak teknologi terhadap kesehatan anak dan larangan pengunaan bot digital tanpa proses identifikasi.

“Ini kesempatan bagi saya untuk mengoreksi kesalahan di masa lalu,” ungkap Roger McNamee, anggota Center for Humane Technology, yang merupakan investor awal Facebook.

Ia menilai langkah pencegahan harus segera dilakukan, lantaran kasus ini sudah sangat mendesak.

“Facebook punya daya tarik ke otak kalian, terutama memicu rasa takut dan amarah. Lalu soal ponsel cerdas, mereka [ponsel] selalu ada, bahkan sejak setiap kali kita bangun,” tutur McNamee.

Mantan Pekerja Facebook-Google Ingatkan Efek Buruk Ponsel

Sebelumnya, Wall Street pada bulan lalu meminta Apple mengkaji dampak kesehatan dari produknya dan merancang penggunaan iPhone dan iPad agar lebih mudah dibatasi. Desakan juga dilayangkan ke Facebook dan Google agar mereka membatasi layanan untuk anak-anak.

Superkomputer terbesar di dunia ada di dalam dua perusahaan, yaitu Google dan Facebook. Lantas, ke mana kami mengarahkan benda itu? Kami mengarahkannya ke otak manusia, ke anak-anak,” jelas Harris.

Selain Harris dan McNamee, setidaknya ada beberapa mantan eksekutif yang sudah diketahui ikut bergabung dalam aliansi ini. Mereka adalah Sandy Parakillas, bekerja sebagai manajer operasional di Facebook; Lynn Fox, mantan eksekutif komunikasi di Apple dan Google; Dave Morin, mantan eksekutif Facebook; Justin Rosenstein, pencipta tombol ‘Like’ Facebook; dan Renee DiResta, pakar teknologi bot.

Lebih lanjut Harris mengatakan pembentukan aliansi ini karena mereka menyadari dampak yang ditimbulkan dari ponsel pintar dan media sosial yang sudah pada tahap mengkhawatirkan. “Kami dulu ada di dalam [lingkaran perancangnya]. Kami tahu apa yang jadi ukuran perusahaan. Kami tahu cara mereka berbicara, dan kami tahu teknisnya,” ujar Harris.