Tidak sedikit masyarakat umum menggunakan kata trader dan investor  secara bergantian. Padahal dua hal tersebut sebetulnya menunjukkan suatu aktivitas amat berbeda. Apa yang menjadi perbedaan antar keduanya?

“Trader dan investor memiliki peran penting dalam aktivitas pasar keuangan. Hanya saja mereka masing-masing menjalankan dua tugas berbeda serta memakai strategi yang juga berlainan,” demikian Wahyu U.K. Notodiputro yang akrab disapa U.K. (Yuuke) selaku trading expert.

Selain itu, U.K. menambahkan untuk menjalankan fungsinya dengan maksimal, masing-masing pihak biasanya memiliki pendekatan strategi yang berbeda.

Memahami Seluk Beluk Investor

Investor merupakan pelaku pasar dan paling sering bergaul dengan pasar saham. “Investor di sini adalah mereka yang membeli saham perusahaan untuk jangka panjang. Investor harus memiliki keyakinan bahwa prospek bisnis itu akan berhasil dengan optimal,” ungkap U.K.

Untuk meyakini kesuksesannya, biasanya investor memperhatikan dua hal di bawah ini:

  • Nilai – Investor  umumnya menganalisa apakah saham itu memiliki value yang tinggi. Contohnya ada dua perusahaan yang mirip dengan melakukan perdagangan dan memiliki pendapatan berbeda. Bisa jadi bila salah satu perusahaan itu memiliki nilai lebih rendah, dalam sisi investor justru malah bisa akan menjadi baik. Karena akan lebih sedikit untuk berinvestasi di perusahaan tersebut.
  • Kesuksesan– Investor harus dapat menganalisa, mengukur tingkat keberhasilan di masa depan suatu perusahaan. Cara mereka melihat kekuatan finansial dan kondisi arus kas perusahaan tersebut.

Dari kedua faktor ini dapat ditentukan bagaimana prospek suatu perusahaan. Melalui analisis laporan keuangan perusahaan dan kecenderungan tren industri dapat menjadi indikator pertumbuhan perusahaan di masa depan.

Selain itu, investor dapat mengukur nilai perusahaan saat ini dibandingkan dengan kemungkinan pertumbuhan di masa depan. Caranya dengan melihat metrik seperti rasio PEG – yaitu rasio P / E (nilai) terhadap pertumbuhan (kesuksesan) perusahaan.

Mengenal-Investor-dan-Trader-Apa Bedanya

Siapa yang dimaksud dengan Investor Utama?

Sebetulnya ada banyak investor berbeda yang aktif di pasar keuangan. Faktanya, sebagian besar uang yang beredar di pasaran merupakan aset milik seluruh investor. Jangan terkecoh dengan jumlah dolar yang diperdagangkan per hari, sebagai acuan besar kecilnya demand dan supply sebagai informasi yang dibutuhan trader. Investor Utama meliputi:

  • Bank Investasi – Bank investasi adalah organisasi yang membantu perusahaan dalam go public dan mengumpulkan uang. Hal ini sering melibatkan setidaknya memegang sebagian sekuritas dalam jangka panjang.
  • Reksadana – Banyak individu menyimpan uang mereka di reksadana, yang melakukan investasi jangka panjang di perusahaan yang memenuhi kriteria tertentu. Reksadana diwajibkan oleh hukum untuk bertindak sebagai investor, bukan trader.
  • Investor Institusional – Ini adalah organisasi besar atau orang-orang yang memiliki saham besar di perusahaan. Investor institusional sering memasukkan orang ke dalam perusahaan, pesaing melakukan hedging atas diri mereka dan investor peluang khusus.
  • Investor Ritel – Investor ritel adalah individu yang berinvestasi di pasar saham untuk akun pribadi mereka. Pada awalnya, pengaruh retail trader mungkin tampak kecil, namun seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang yang mengambil alih portofolio mereka dan akibatnya pengaruh kelompok ini semakin meningkat.

Apa yang dimaksud Trader?

Lalu apa yang dimaksud dengan trader? “Trader merupakan pelaku pasar yang membeli saham di perusahaan dengan fokus pada pergerakan harga pasar itu sendiri daripada fundamental perusahaan,” jelas U.K. lagi.

Bagaimanapun, lanjut U.K. sangat sedikit orang yang membeli produk komoditas seperti gandum, jagung, dan lainnya hanya karena faktor kualitas dasarnya. Tetapi trader memanfaatkan pergeseran pergerakan harga yang terjadi sebagai akibat penawaran dan permintaan.

Dalam hal ini, trader biasanya memperhatikan beberapa hal:

  • Pola Hargatrader akan melihat sejarah harga dalam upaya untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan, yang dikenal sebagai analisis teknis.
  • Supply and Demandtrader tetap mencermati arus perdagangan mereka untuk melihat pergerakan uang dan apa saja menjadi penyebabnya.
  • Emosi Pasartrader bermain di atas kekhawatiran investor, bisa dikatakan trader akan mengambil moment saat terjadi sebuah pergerakan besar terjadi.
  • Layanan Klien (Client Services)Market makers (salah satu jenis trader terbesar) benar-benar dipekerjakan oleh klien mereka untuk menyediakan likuiditas melalui perdagangan yang cepat.

Trader Utama

Bila membicarakan volume, ada banyak jenis trader yang bisa berdagang sesering mungkin dan setiap beberapa detik. Di antara jenis trader paling populer adalah:

  • Bank Investasi – Saham yang tidak disimpan untuk investasi jangka panjang dijual. Selama proses penawaran umum perdana, bank investasi bertanggung jawab untuk menjual saham perusahaan di pasar terbuka melalui perdagangan.
  • Market Makers – Ini adalah kelompok yang bertanggung jawab untuk menyediakan likuiditas di pasar. Profit dilakukan melalui bid-ask spread bersamaan dengan biaya yang dibebankan ke klien. Pada akhirnya, kelompok ini menyediakan likuiditas untuk semua pasar.
  • Arbitrage Funds (Dana Arbitrase) – Dana arbitrase adalah kelompok yang dengan cepat bergerak dalam inefisiensi pasar. Misalnya, tak lama setelah merger diumumkan, saham selalu cepat beralih ke harga beli baru dikurangi premi risiko (risk premium). Perdagangan ini dilakukan dengan dana arbitrase.
  • Trader Proprietary  Trader proprietary dipekerjakan oleh perusahaan untuk menghasilkan uang melalui perdagangan jangka pendek. Mereka menggunakan sistem perdagangan proprietary dan teknik lainnya dalam upaya menghasilkan lebih banyak uang dengan menggabungkan keuntungan jangka pendek daripada yang dapat dilakukan dengan investasi jangka panjang.
  • Retail Trader – adalah kelompok trader yang berdagang atas diri masing-masing, biasanya dalam volume yang tidak terlalu besar, tetapi karena jumlah retail traders yang sangat banyak maka mereka berperan serta atas likuiditas pasar keuangan.

“Nah, dengan demikian baik itu trader dan investor merupakan komponen penting agar pasar berfungsi dengan baik. Tanpa trader, investor tidak akan mempunyai likuiditas untuk membeli dan menjual saham. Sedangkan tanpa investor, trader tidak memiliki pijakan dalam bertransaksi,” jelas U.K.

Untuk memahami lebih banyak tentang seluk beluk trading. Anda bisa membuka akun binary options, untuk mulai praktik trading. Caranya mudah, ikuti prosedur sign up forum hingga tuntas atau klik salah satu banner binary pada landing page.