Mengenali Sentimen Pasar, Perlu Seni dalam Aksi

Analisa fundamental dan teknikal kerap mendominasi pembahasan trading. Padahal, sering justru sentimen pasar jadi penentu arah pergerakan harga. Repotnya, sentimen pasar susah susah gampang diikuti. Masing-masing trader pun memiliki insting dan intuisi beda terkait sentimen pasar. Perlu seni tersendiri untuk bereaksi terhadap sentimen pasar.

Insting dan instusi berbeda dalam menyikapi sentimen pasar melahirkan aksi berbeda. Benar, trader tidak bisa memilih situasi pasar seperti diinginkan. Trader hanya bisa bereaksi sebagai respon atas sentimen pasar.

“Sentimen pasar jadi faktor kuat yang mampu memengaruhi arah pergerakan harga. Sentimen negatif, biasanya, akan melemahkan pasar. Sebaliknya, sentimen positif akan memperkuat pergerakan harga di pasar. Hanya saja, pada prakteknya tidak sesederhana itu,” ujar Wahyu U.K. Notodiputro, expert trading sekaligus founder komunitas Forum Wormtrader.

Sentimen pasar biasanya ditunjukkan dengan indikator teknikal dan statistik harga pada periode tertentu. Dari indikator-indikator inilah kemudian muncul reaksi trader. Reaksi trader pada gilirannya justru bisa menggiring arah pergerakan harga itu sendiri. Indikator sentimen biasanya ditampilkan dalam dua keadaan seperti bullish dan bearish, buy dan sell , serta put dan call.

Istilah Populer dalam Sentimen Pasar

Mengenali Sentimen Pasar, Perlu Seni dalam Aksi

Setiap trader memiliki pendapatnya sendiri terkait sentimen pasar. Persepsi trader terhadap sentimen pasar lahir dari pemahaman atas berbagai faktor fundamental dan teknikal dilengkapi data lainnya seperti rilis data ekonomi serta faktor isu dan news.

Trader punya alasan masing-masing dalam memrediksi arah pergerakan harga. Sikap seragam dari trader yang ramai-ramai mengambil opsi buy atau sell serta put atau call malah justru bisa membuat pergerakan harga berubah arah. Di sinilah perlu seni tersendiri dalam mencermati sentimen pasar. Perlu mengasah insting dan intuisi tersendiri, lebih daripada mencermati arah grafik atau bagan tertentu pada chart.

Singkat kata, situasi pasar merupakan kombinasi berbagai faktor dan indikator. Hal tersebut melahirkan kombinasi cara pandang, ide, dan aksi. Berbagai kombinasi inilah yang melahirkan sekaligus memengaruhi sentimen pasar. Jadi sentimen pasar lahir dari kombinasi pandangan para pelaku pasar terhadap situasi pasar.

Istilah populer yang sering muncul terkait sentimen pasar adalah bullish dan bearish. Sentimen pasar dikatakan bullish jika harga sedang naik. Sebaliknya, penurunan harga mengindikasikan sentimen pasar sedang bearish.

“Saat bullish trader yakin harga suatu aset naik. Aksi ramai-ramai beli pun dilakukan dan mendorong kenaikan harga aset. Pada bearish berlaku sebaliknya. Trader pesimis terhadap harga aset dan ramai-ramai melakukan aksi jual terhadap aset,” jelas U.K., panggilan akrab Wahyu U.K. Notodiputro.

Selain bullish dan bearish, lazim terjadi penghindaran risiko (high risk aversion, low risk appetite) dalam sentimen pasar. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan risiko. Trader pun biasanya lebih memilih aset-aset dengan risiko rendah. Sebaliknya terjadi pada sentimen pasar yang memicu minat risiko tinggi (high risk appetite, low risk aversion). Pada situasi ini trader justru melakukan trading pada aset berisiko tinggi.

Persentase sebagai Indikator Sentimen

Mengenali Sentimen Pasar, Perlu Seni dalam Aksi

Para trader mencermati indikator sentimen dalam bentuk persentase. Para broker dan pialang memandu trader dalam membaca persentase atau data yang mewakili jumlah perbandingan antara opsi Put dan Call atau Buy dan Sell.

Sebagai contoh, dari 100 trader yang bermain pada pasangan mata uang EUR/USD ada 55 orang memilih opsi put dan 45 lainnya cenderung memilih opsi call. Dari data ini jumlah trader yang melakukan aksi put ditampilkan dengan angka 55%, sedangkan trader dengan aksi call dengan angka 45%.

Indikator sentimen pasar untuk menunjukkan pergerakan harga ekstrem juga ditunjukan dengan angka persentase yang ekstrem. Ambil contoh, persentase put dan call dalam angka 90% put dan 10% call, atau sebaliknya.

“Persentase yang ditunjukkan tidak bisa sepenuhnya dijadikan panduan tepat dalam menentukan opsi put atau call terhadap suatu aset. Itu hanya menjadi gambaran umum tentang kondisi pasar. Faktanya, sentimen pasar terkadang menyebabkan pergerakan harga berlaku tidak umum,” jelas U.K.

Beberapa broker menampilkan persentase aksi terkait sentimen pasar dengan beberapa cara. Melalui visual ataupun grafis. Butuh seni tersendiri dalam membaca berbagai sinyal dan indikasi sentimen pasar lewat berbagai persentase angka-angka tersebut. Begitu pun butuh seni tersendiri dalam menentukan aksi trading terkait sentimen pasar.

Nah, jangan ragu untuk bergabung dengan wormtrader forum untuk mengasah insting dan intuisi trading. Segera lakukan sign up forum hingga tuntas dan buka akun Binary dengan klik salah satu banner binary pada landing page.