Cuti bersama Idul Fitri 2018 telah usai. Aktivitas kerja di kantor pemerintah pun telah dimulai pada Kamis (22/6). Ritual pulang kampung yang menjadi tradisi khas Indonesia pun menjadi bahan cerita dengan kolega.

Selain transportasi umum, banyak pemudik memanfaatkan kendaraan bermotor sebagai sarana transportasi menuju kampung halaman. Alhasil, terjadi tren peningkatan penggunaan kendaraan bermotor ini didukung penuh dengan kesediaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menjelaskan, selama Idul Fitri, ketersedian dan pasokan BBM untuk masyarakat berjalan dengan baik dan normal di seluruh SPBU sehingga praktis tidak terjadi kelangkaan.

“Lebaran tahun ini lebih meriah, lebih baik, semangat persaudaraannya lebih terasa, dan juga kegiatan tahunan arus mudik dan juga arus balik menjadi jauh lebih tertib,” ujar Jonan dalam keterangan tertulis, Selasa (26/6).

Sepanjang periode 31 Mei hingga 24 Juni 2018, Kementerian ESDM mencatat puncak peningkatan konsumsi BBM terjadi pada H-1 Idul Fitri (tanggal 14 Juni 2018) di mana konsumsi rata-rata bensin pada hari tersebut meningkat sebesar 31,5 persen.

Peningkatan konsumsi tertinggi terjadi pada BBM jenis Premium yang meningkat 45 persen, Pertamax 41 persen, diikuti Pertamax Turbo sebesar 25 persen dan Pertalite 15 persen.

Namun berdasarkan volume, puncak konsumsi BBM jenis bensin ditempati oleh Pertalite. Lebih rinci, realisasi penyaluran BBM pada tanggal 14 Juni 2018 mulai dari konsumsi tertinggi adalah jenis Pertalite sebesar 61.313 Kilo Liter (KL), diikuti Premium sebesar 40.775 KL, Pertamax/Akra 92 sebesar 25.267 KL, dan Pertamax Turbo 1.044 KL.

Peningkatan konsumsi Premium pada libur Idul Fitri kali ini tak lepas dari kebijakan Pemerintah menghadirkan kembali Premium pada SPBU di 571 SPBU di Jawa, Madura dan Bali (Jamali), sehingga menambah jumlah total SPBU yang menyalurkan premium di Jamali menjadi berjumlah 2.090 SPBU.

Jaminan atas penyediaan Premium tersebut merupakan tindak lanjut dari terbitnya Peraturan Presiden Nomor 43 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM. Peraturan ini merupakan perubahan regulasi sebelumnya, yaitu Perpres Nomor 191 Tahun 2014.

Jonan pun mengapresiasi upaya Pertamina yang mampu mengantisipasi penyediaan BBM di sepanjang SPBU pengoperasian tol Trans Jawa dan juga tol fungsional.

“Pasokan bahan bakar minyak berjalan dengan baik karena Pertamina upayanya jauh lebih besar daripada tahun sebelumnya untuk mengantisipasi pengoperasian tol trans Jawa dan juga tol fungsional yang sebagian dioperasikan,” pungkasnya.