Berkshire Hathway Inc., perusahaan milik miliuner Warren Buffet, merugi hingga US$ 700 juta pada seluruh sektor saham maskapai yang dimiliki perusahaan. Kerugian dipicu kekhawatiran akan perang tarif antaroperator maskapai di masa mendatang.

Berkshire Hathaway memiliki saham di empat perusahaan penerbangan terbesar di Amerika Serikat (AS). Masing-masing adalah American Airlines Group Inc, Delta Air Lines Inc, Southwest Airlines Co, dan United Continental Holdings Inc.

Adapun saham Berkshire di di United, Delta, Southwest dan American Airlines pada penutupan Selasa (23/1) bernilai lebih dari US$ 11 miliar. Namun pada perdagangan Rabu, nilainya turun sekitar $ 727 juta.

Aksi tersebut mengakibatkan saham United tergelincir lebih dari 11 persen pada hari Rabu (24/1) Sementara American Airlines kehilangan 6 persen saham dan Southwest dan Delta masing-masing turun sekitar 5 persen.

“Terkait potensi kehilangan tersebut, pihak Berkshire masih enggan berkomentar,” tulis CNBC dalam reportasenya.

Penurunan tajam saham sektor penerbangan dimulai setelah eksekutif United Airlines menggungkapkan rencana ekspansi agresif yang melampaui pertumbuhan ekonomi dari beberapa pesaing. Rencana tersebut bertujuan untuk mendapatkan kepercayaan investor akan kemampuan maskapai memperluas margin keuntungan dan meningkatkan pendapatan. Di lain sisi, rencana justru memicu kekhawatiran adanya persaingan tarif rendah dan biaya yang lebih tinggi.

Pada akhir 2016, Berkshire mengungkapkan akan ada kejutan pada sektor ini, hal yang sebelumnya dihindari Buffett. Tahun konsolidasi pascakebangkrutan di antara operator dan penurunan harga bahan bakar telah membantu maskapai penerbangan meraup keuntungan dalam beberapa tahun terakhir.

Kepada CNBC, Buffet juga pernah mengungkapkan maskapainya pada Februari “memasuki abad pertama yang buruk.” Mereka, kata Buffet, “seperti Chicago Cubs. Dan mereka berhasil lolos dari perjalanan itu, harapan saya.”

Kini maskapai penerbangan kembali menghadapi persaingan yang lebih ketat dari sesama pesaing, khususnya maskapai berbiaya rendah serta kenaikan harga bahan bakar. Namun pertumbuhan ekonomi yang kuat dan permintaan perjalanan bisnis yang terus meningkat diperkirakan akan menjadi angin segar bagi pertumbuhan bisnis sektor ini.