Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Selasa (23/1) waktu setempat. Peningkatan saham Netflix mampu mengangkat indeks saham acuan S&P dan Nasdaq ke zona hijau, sedangkan laju indeks Dow Jones agak tertahan karena terdampak penurunan kinerja saham emiten konsumer Johnson & Johnson serta Protecter & Gamble.

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 3,79 poin atau 0,01 persen menjadi 26.210,81. S&P 500 menguat 6,17 poin atau 0,22 persen menjadi 2.839,14. Sedangkan Nasdaq Composite menambah 52,26 poin atau 0,71 persen menjadi 7.460,29.

Saham Netflix menyentuh level tertinggi di US$ 257,71 dalam perdagangan intraday dan akhirnya ditutup di angka US$ 250,29 atau menguat sebesar 9,98 persen. Saham perusahaan penyedia layanan video streaming mampu melampaui target Wall Street , dengan perolehan pelanggan baru di kuartal empat. Kapitalisasi pasar Netflix saat ini tercatat telah menembus angka US$ 100 miliar.

Saham lain yang dikenal sebagai bagian dari grup FAANG yaitu Facebook, Apple, Amazon dan Google yang menjadi Alphabet juga tercatat bergerak lebih tinggi.

“Tidak ada waktu yang lebih baik saat Wall Steet berjalan dengan baik sejalan dengan ekonomi yang membaik. Saat ini kita juga tidak memiliki masalah yang luar biasa, baik dengan inflasi maupun tingkat suku bunga yang meningkat signifikan,” jelas analis The Leuthold Group di Minneapolis, Jim Paulsen.

Karena reli terus dicetak, katanya kembali, maka tantangan pasar saham di Amerika Serikat (AS) juga bisa semakin besar. “Jika memang ada hasil, maka pasar pasti akan terkoreksi dalam jumlah yang besar,” lanjut dia.

S&P 500 mencapai streak selama 396 hari perdagangan tanpa koreksi 5 persen sekaligus menjadi rekor terpanjang, menurut LPL Financial.

Pertumbuhan pendapatan S&P 500 untuk kuartal IV/2017 diperkirakan mencapai 12,4 persen, menurut data Thomson Reuters hingga Selasa pagi waktu setempat. Dari 68 perusahaan yang telah mengeluarkan laporan pendapatan pada indeks acuan 76,5 persen di antaranya telah melampaui ekspektasi pasar.

Kendati demikian, terdapat pula penurunan kinerja beberapa perusahaan yang akhirnya menahan kinerja indeks acuan. Johnson & Johnson turun 4,26 persen, terseret kenaikan biaya $ 13,6 miliar akibat kebijakan undang-undang pajak AS baru dan keputusan pengadilan tentang hak paten penting obat penghilang rheumatoid arthritis.

Saham Procter & Gamble turun 3,09 persen karena investor fokus pada penurunan margin kotor pada produsen barang konsumen terbesar di dunia itu.

 

Sementara itu, persetujuan Presiden AS Donald Trump pada hari Senin atas tarif impor pada mesin cuci dan panel surya, sebuah langkah yang dikritik oleh Cina, Korea Selatan dan Eropa, telah menimbulkan kekhawatiran akan potensi balasan.

Di tengah peningkatan tarif pajak, saham Whirlpool naik 3,20 persen dan perusahaan solar yang lebih kecil seperti Real Goods Solar tercatat naik 33,04 persen. Sedangkan Sunworks naik 10,71 persen, meningkat lebih tinggi.

Saham perusahaan telekomunikasi Verizon tergelincir 0,43 persen karena keuntungan kuartalan perusahaan turun dari perkiraan pasar, namun pendapatan yang ditorehkan perusahaan mampu mengalahkan ekspektasi karena bertambahnya jumlah pelanggan telepon.

S&P 500 membukukan 135 level tertinggi dalam 52 minggu dan 1 level rendah baru, sementara indeks acuan Nasdaq mencatat 232 angka tertinggi baru dan 16 posisi terendah baru.

Volume transaksi perdagangan pada bursa AS, Selasa kemarin tercatat sebanyak 6,78 miliar saham, di atas rata-rata 6,38 miliar untuk sesi penuh dalam 20 hari perdagangan terakhir.