Pasar Mata Uang Virtual Diprediksi Tembus US$ 1 Triliun

Sejumlah pengamat memprediksi pasar mata uang virtual berpeluang menguat, bahkan lebih besar dari tahun lalu hingga melewati nilai triliun dolar. Prediksi muncul, menyusul aksi jual baru-baru ini melalui koin digital.

Bitcoin mencatat penurunan besar dalam beberapa hari terakhir, turun di bawah US$ 6.000 untuk pertama kalinya sejak pertengahan November tahun lalu. Pada hari Rabu (7/2), bitcoin diperdagangkan di atas level US$ 7.000 di tengah-tengah kestabilan mata uang digital.

Sehari sebelumnya mata uang virtual sempat mencapai titik terendah, saat lebih dari US$ 550 miliar mulai tersapu di pasar.

“Peningkatan kebutuhan peraturan atas pertukaran mata uang virtual, masuknya modal institusional dan perkembangan teknologi utama akan berkontribusi terhadap pemulihan pasar. Pemulihan akan mendorong harga mata uang virtual ke level tertinggi terbaru pada tahun ini,” kata Thomas Glucksmann, kepala pengembangan bisnis APAC di bursa mata uang virtual Gatecoin kepada CNBC.

Baca juga: Dunia Menanti Regulasi Mata Uang Virtual

“Tidak ada alasan mengapa kita tidak bisa memprediksi bitcoin nantinya terdorong hingga US$ 50.000 pada bulan Desember,” ujarnya lagi.

Tahun lalu, CME Group Inc. dan CBOE Global Markets, Inc. telah merilis merilis produk bitcoin berjangka (futures) yang bisa diperdagangkan. Kepada CNBC, Chief Executive Officer (CEO) Nasdaq Adena Friedman mengatakan pertukaran tersebut “melanjutkan penelusuran” akan masa depan uang digital.

Hujan uang digital juga diperkirakan segera datang.

Aksi jual mata uang virtual dalam waktu belakangan terjadi, setelah meretas kenaikan harga secara signifikan untuk banyak koin digital tahun lalu. Bitcoin naik hampir 1.300 persen, sementara ethereum naik lebih dari 8.000 persen dan ripple melonjak lebih dari 32.000 persen.

Meski kenaikan harga sangat besar, beberapa ahli berpikir tahun ini kenaikan nilai bisa lebih besar lagi.

Pasar Mata Uang Virtual Diprediksi Tembus US$ 1 Triliun

“Kami percaya setelah Februari, pasar kemungkinan akan menggunakan komparatif bull run jika tidak lebih besar dari tahun lalu, yang berpotensi mencapai angka triliun dolar sebelum musim dingin. Saat itu, pasar mata uang digital yang tepat bisa menguat jika fundamental pasarnya tepat,” papar Jamie Burke, CEO Outlier Ventures, perusahaan modal ventura yang berfokus pada investasi blockchain.

Meski begitu, banyak analis mencatat bitcoin dan mata uang digital lainnya tidak memiliki nilai fundamental. Lainnya menyarankan agar token digital seperti ethereum, yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi blockchain baru, bisa bernilai di masa depan seiring industri yang bergerak maju dan berkembang.

Mick Sherman, salah satu pendiri dan CEO Hercules Tech, sebuah perusahaan ilmu data yang berfokus pada data blockchain dan big data, mengatakan koin digital dapat terus diapresiasi pada tahun ini.

Baca juga: Penerbit Kartu Kredit Mulai Melarang Pembelian Bitcoin

“Bukti bahwa utilitas dan aset dengan platform kerja dan alasan yang jelas mewajibkan blockchain dan token mereka sendiri, lebih cenderung menghargai nilainya tahun ini. Beberapa aset mata uang virtual ini tidak akan digunakan selama bertahun-tahun, yang berarti mereka tidak memiliki nilai utilitas, “kata Sherman dikutip dari CNBC.

Dia memperingatkan banyak proyek blockchain bisa bertahun-tahun lagi dan lebih banyak bubble berpeluang muncul.

“Sifat revolusioner teknologi blockchain adalah apa yang mendorong hype meski kita mungkin bertahun-tahun jauh dari aset berbasis blockchain yang layak,” kata Sherman.