Pasar mata uang virtual (cryptocurrency) diperkirakan jatuh pada masa mendatang. Entah langsung runtuh, atau dalam langkah-langkah pelan namun pasti.

Peter Boockvar, Chief Investment Officer di Bleakley Advisory Group, mengatakan salah satu jenis mata mata uang virtual tengah berada dalam gelembung raksasa, yang secara perlahan akan mengeluarkan udara.

“Ketika sesuatu berjalan seperti parabola seperti ini, biasanya berakhir di tempat parabola itu dimulai,” katanya seperti yang dikutip dari CNBC, Minggu waktu setempat. Boockvar, berpendapat bitcoin berada dalam bahaya dengan angka penurunan sebesar 90% dari level saat ini. Ia pun menyebutnya sebagai gelembung klasik.

“Saya tidak akan terkejut jika pada tahun depan harga bitcoin bisa turun menjadi $ 1.000 sampai $ 3.000,” tambahnya. Di saat seperti itulah bitcoin, pemain pasar mata uang virtual terbesar sedunia, diperdagangkan kurang dari 12 bulan yang lalu. Pada Jumat (19/1) siang waktu setempat bitcoin diperdagangkan di atas $ 11.000.

Boockvar menilai peluang keruntuhan bitcoin terjadi seiring dengan kenaikan suku bunga di dunia. Ia pun menyalahkan pihak bank sentral, termasuk Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Menurutnya, kegilaan akan mata uang virtual terjadi akibat kebijakan keuangan mudah dirancang untuk meringankan dampak krisis keuangan global.

“Anda harus bertanya apakah kita tidak pernah mendengar pelonggaran kuantitatif?,” tanya Boockvar.

Ketika pasar cryptocurrency mulai retak, sikap investor terhadap aset berisiko akan mulai berubah. Pasar saham bisa melihat kerusakan jaminan, tapi semuanya didasarkan pada psikologi, bukan pada sesuatu yang secara fundamental salah dengan ekonomi.

Karena rawan spekulasi serta tidak adanya otoritas yang menjamin perdagangan cryptocurrency, segala jenis transaksi lewat mata uang ini sempat dilarang di sejumlah negara, seperti Korea Selatan dan Indonesia.

Sementara itu pemerintah Cina dikabarkan bakal menindak skema piramida daring, termasuk spekulasi berkedok mata uang virtual dan games. Dalam situs resmi dan yang dilansir dari Reuters, Kementerian Keamanan Publik Cina menyatakan akan melarang skema piramida, selain menghukum mereka yang menipu siswa dan kelompok rentan.

Regulator Cina telah bergerak untuk mengendalikan risiko keuangan yang terkait dengan perdagangan mata uang virtual dan skema piramida.

Pengadilan Cina bulan ini telah memvonis dua orang dengan hukuman penjara seumur hidup karena kecurangan dalam skema piramida yang melibatkan 200.000 orang dengan total kerugian 15,6 miliar yuan (US$ 2,44 miliar) .