Pendapatan Kuartal I Alibaba Melebihi Prediksi

Alibaba, perusahaan e-commerce raksasa asal Cina berhasil membukukan pendapatan yang lebih tinggi dari perkiraan analis sepanjang kuartal I 2018.

BBC melaporkan, Alibaba bisa meraup pendapatan 61,9 miliar yuan, tumbuh lebih tinggi dari angka 61 persen yang sebelumnya diramalkan analis, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Google, Alibaba, Apple Berlomba Bikin Chip AI

Penopang pertumbuhan pendapatan perusahaan di awal tahun ini adalah penjualan e-commerce yang menjadi bisnis inti Alibaba. Tren peningkatan penjualan perusahaan yang dirintis Jack Ma terlihat sejak November tahun lalu. Sepanjang 2017, Alibaba juga sukses menggandakan harga sahamnya yang tercatat di Bursa Saham New York sejak melantai pada 2014 silam.

Pendapatan Kuartal I Alibaba Melebihi Prediksi

Kinerja keuangan kuartal I 2018 yang dicatatkan Alibaba, meneruskan tren pertumbuhan pendapatan selama dua tahun terakhir. Laporan keuangan Alibaba menunjukkan, setiap kuartal terjadi pertumbuhan pendapatan 50 persen.

Namun, melesatnya pendapatan tersebut tidak dibarengi dengan peningkatan margin yang mengindikasikan lemahnya tingkat laba perusahaan. Selama setahun terakhir, margin usaha Alibaba turun dari 25 persen menjadi 15 persen. Kebijakan perusahaan untuk memangkas margin, diyakini untuk bersaing dengan rival e-commerce besar lain dari Cina, JD.Com

 

Saham Apple Meroket
Kabar baik dari industri teknologi dunia juga datang dari Apple Inc. Pada perdagangan Jumat (4/5) kemarin, harga saham produsen iPhone naik ke level US$ 183,83 per saham. Harga tersebut menembus rekor harga sebelumnya di level US$ 183.5 per saham.

Menurut CNBC, lonjakan harga tersebut didorong oleh pemberitaan yang menyebut perusahaan investasi milik Warren Buffett, Berkshire Hathaway memborong 75 juta saham Apple di kuartal I 2018. Hal tersebut membuat market cap Apple saat ini bernilai US$ 1 triliun.

Pendapatan Kuartal I Alibaba Melebihi Prediksi

Buffett, sang investor legendaris mengakui perusahaannya berada dibalik pembelian masif saham Apple pada tiga bulan pertama tahun ini. Keputusan untuk memiliki lebih banyak saham didorong oleh rilis iPhone X yang sempat menekan harga saham Apple.

“Saya rasa Buffett belum akan berhenti membeli saham Apple. Kemungkinan ia akan melakukan pembelian lagi dalam jumlah yang lebih besar,” kata David Rolfe, CIO Wedgewood Partners.

Sementara CEO Apple, Tim Cook mengaku gembira dengan masuknya Buffett sebagai pemegang saham besar perusahaan.

“Secara personal, saya adalah pengagum Warren dan bersyukur kini ia bisa memberikan masukan untuk kami sebagai pemegang saham,” kata Cook.