Pengoperasian Ladang Libya Perkuat Harga Minyak

Pengoperasian kembali beberapa ladang minyak di Libya sekaligus pernyataan Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih memicu kenaikan harga minyak sedunia pada penutupan Senin (22/1) waktu setempat.

Pembukaan sumber eksplorasi minyak bumi di As-Sarah, Libya telah memperkuat pasokan di pasar minyak sedunia. Harga minyak pun melonjak, setelah sebelumnya sempat merosot. Disitir dari Reuters, harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Maret ditutup naik 42 sen atau 0,6 persen menjadi US$ 69,51 per barel, setelah sebelumnya melaju ke posisi US$ 69,03 per barel.

Harga rata-rata minyak mentah jenis Brent di pasar global pada pekan silam berada pada posisi US$ 68,61 per barel. Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediaries berada pada kisaran US$ 63,37 per barel.

Ladang minyak As-Sarah diperkirakan bakal menambah produksi hingga 55.000 barel minyak per hari. Harga minyak mentah jenis Brent sangat sensitif terhadap pergeseran kuota di ladang minyak Libya.

Sementara itu, Khalid pada Minggu (21/2) menyatakan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) dan non-OPEC akan melanjutkan kerja sama pemangkasan produksi minyak hingga melampaui 2018. Pernyataannya direspons pasar melalui kenaikan, dengan kisaran angka seperti telah disebutkan.